Rudi Rudolfus Kadarisman Pimpin POBSI Jabar

BANDUNG,- Rudi Rudolfus Kadarisman terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Barat Jawa Barat periode 2018-2022. Rudi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi POBSI Jabar yang dihadiri utusan dari 24 pengurus cabang POBSI kabupaten kota di Hotel Topas, Jalan Dr. Djundjunan, Kota Bandung, Senin (16/4/2018).
Rudi mengakui, tantangan berat yang sudah menunggu adalah meningkatkan atau minimal mempertahankan prestasi olah raga biliar Jawa Barat pada PON XX/2020 di Papua. Sebelumnya pada PON XIX/2016, Jabar mengukir sejarah dengan sukses meraih 3 medali emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
“PON akan menjadi tantangan berat. Namun orientasi kami benar-benar prestasi, bukan sekadar prestise. Kami akan berjuang bagaimana meraih medali emas melalui atlet-atlet yang benar-benar hasil pembinaan kita sendiri, buka hanya hasil impor atlet. Walaupun dapat satu emas, tapi dari atlet hasil pembinaan sendiri, tentu akan lebih membanggakan. Melahirkan atlet-atlet potensial juga menjadi target penting,” ujar Rudi.
Dia mengatakan, untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas dibutuhkan sarana dan prasarana olah raga memadai. Oleh karena itu, kata Rudi, kepengurusannya akan gencar mengupayakan pembangunan sarana prasarana biliar untuk pembinaan atlet di pengcab-pengcab POBSI kabupaten kota di Jawa Barat.
“Dari 24 pengcab, saya dapat informasi hanya di 4 pengcab ada sarana prasarana biliar memadai. Kami akan upayakan agar sarana dan prasarana biliar di tiap pengcab ada. Bagaimanapun untuk melahirkan atlet, kita harus sediakan tempat dan fasilitas,” ujar Rudi.
Membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak pemerintah, KONI, hingga kalangan pengusaha swasta menjadi prioritas Rudi pada masa awal kepengurusannya. Dia menilai, melalui hubungan dan kerja sama yang baik dengan pemerintah dan swasta, pembangunan fasilitas maupun sumber daya manusia bisa lebih cepat dilakukan.
“Kerja sama, lobi, kompromi yang baik harus dibangun karena bagaimanapun organisasi tidak bisa jalan sendiri, butuh bantuan dari pihak lain. Insyaallah, dalam kepengurusan kami akan ada inovasi yang dilandasi hubungan persaudaraan yang kuat,” ujar Rudi.
Sementara itu Ketua Harian Pengurus Besar POBSI Robi Suhali berharap, pergantian kepempinan dan kepengurusan POBSI Jabar melalui musprov dapat membawa imbas positif pada prestasi olah raga biliar Jabar.
“Kami mengapresiasi kepengurusan sebelumnya pimpinan Pak Alirahman yang sudah menambah  dari 19 menjadi 24 pengcab, lalu juga membawa Jabar meraih 3 emas yang dalam sejarahnya baru terjadi.
Pergantian (kepemimpinan) ini juga diharapkan bisa menambah pengcab baru dan yang terpenting adalah bagaimana prestasi Jabar nanti pada PON yang akan datang agar lebih baik,” ujar Robi.
Dia menilai, tahap pertama yang harus menjadi prioritas POBSI Jabar adalah meloloskan atlet pada sebanyak mungkin nomor biliar pada PON XX/2020 di Papua nanti.
“Jabar punya potensi luar biasa. Pada PON nanti ada penambahan menjadi 18 nomor. Namun harus lolos dulu pada kualifikasi tiap nomornya, itu dulu yang perlu menjadi prioritas POBSI Jabar sebelum bicara putaran final PON,” ujar Robi. (B2)