Sebanyak 130 Atlet Squash Berebut Kuota Berlaga di Porda Jabar XIII/2018‎

BANDUNG,- Sebanyak 130 atlet squash dari 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII yang digelar di lapangan Squash Siliwangi Center (SSC), Jln. Ambon Kota Bandung. Pertandingan babak kualifikasi dimulai pada ‎Selasa (7/11/2017) sampai Minggu (21/11/2017).
‎Menurut Ketua Panitia BK Porda Jabar XIII cabang olahraga Squash‎, Algusri‎ menuturkan, ke-10 kota dan kabupaten yang menggikuti pelaksanaan babak kualifikasi diantaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, serta Kota Bekasi. Untuk babak kualifikasi ini, akan menentukan perwakilan dari setiap kota/kabupaten untuk berlaga di Porda Jabar XIII cabang olahraga squash.
“Dari total 130 atlet yang ikut serta, akan disaring menjadi  80 atlet‎ yang berhak berlaga di Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang. Itu belum termasuk atlet asal tuan rumah Kabupaten Bogor,” ujar Algusri saat ditemui di lapangan Squash Siliwangi Center (SSC), Jalan Ambon Kota Bandung, ‎Selasa (7/11/2017).
Pada babak kualifikasi ‎sendiri, dipertandingkan sebanyak delapan nomor seperti yang dipertandingkan di Porda Jabar XIII. Yakni di nomor perorangan putra-putri, ganda putra-putri, ganda campuran, beregu putra-putri dan beregu campuran.
“Untuk usia, kita batasi menjadi tiga kategori. Yakni KU-30 tahun untuk perorangan, KU-25 tahun, dan KU-23 tahun untuk nomor ganda dan beregu,” tambahnya.
Pada babak kualifikasi Porda Jabar XIII ‎cabang olahraga squash, pihak Pengprov PSI Jabar pun melakukan keabsahan atlet. Untuk bisa mengikuti babak kualifikasi Porda Jabar XIII, setiap atlet diharuskan melengkapi persyaratan keabsahan atlet. Termasuk terkait kelengkapan mutasi atlet.
‎”Jadi saat technical meeting, setiap atlet harus melengkapi semua ‎persyaratan termasuk bagi atlet yang mutasi. Dan yang mutasi ke Jabar‎ saat Porda Jabar XIII ini harus siap membela Jabar saat PON 2020 nanti, jadi harus permanen‎. Dan itu sedikit alot karena ada dua atlet pindahan dari DKI Jakarta belum melengkapi surat mutasi dan tidak bisa bermain di babak kualifikasi,” pungkasnya. (B3)