Sembilan Atlet di Pelatnas Asian Games 2018 Bisa Jadi Andalan Untuk PON XX

BANDUNG,- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Jawa Barat menyebut jika sembilan atlet yang bergabung di pelatnas karate Asian Games 2018 saat ini, bisa menjadi kekuatan inti Jabar untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Kesembilan atlet karate Jabar yang bergabung di Pelatnas Asian Games 2018 diantaranya Sandi Firmansyah, Romario Setiamu, Maruli Butar Butar, Intan Nurjanah, Jihan Fitria, dan M Ivan Fairuz Taher.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov Forki Jabar, Arif Hadiana menuturkan, Jabar menjadi penyumbang atlet terbanyak dibanding provinsi lain di pelatnas karate Asian Games 2018. Dari total 38 atlet yang sekarang menghuni pelatnas Asian Games 2018, sebanyak sembilan atlet berasal dari Jabar.
“Ini menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi kami dan sebuah prestasi tersendiri. Mudah-mudahan saja kesembilan atlet ini bisa masuk dalam komposisi inti tim karate Indonesia untuk Asian Games ke-18 nanti,” ujar Arif saat ditemui di sekretariat FORKI Jabar, GOR Sasakawa, komplek olahraga Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).
Kesembilan atlet karate yang saat ini menghuni pelatnas Asian Games 2018, lanjut Arif, bisa menjadi ‎tulang punggung Jabar untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 d Papua. Selain atlet peraih medali emas di PON XIX tahun 2016 lalu seperti Sandi Firmansyah, beberapa atlet lainnya merupakan atlet usia muda yang berpotensi meraih medali.
“Dengan sembilan atlet ini, saya kira kita bisa mempertahankan gelar juara umum karate di PON XX nanti. ‎Tapi dengan catatan, mereka harus terus diasah kemampuannya baik melalui latihan maupun dalam sebuah pertandingan,” terangnya.
Khusus untuk atlet muda, Arif menyoroti kemampuan dari M Ivan Fairuz Taher yang sudah mampu mencetak prestasi di level internasional pada ajang kejuaraan dunia di Spanyol. Bahkan pada kejuaraan dunia tersebut, Ivan berhasil meraih medali perak.
“Khusus untuk Ivan Taher, saya pikir potensi yang dia miliki harus terus dikembangkan sehingga harapan kami, dia bisa tampil di Olimpiade 2020. Dia punya potensi, apalagi usianya masih muda. Apalagi dia sekarang di pelatnas, maka saya yakin kemampuannya akan terus meningkat,” tuturnya.
Meski demikian, Arif mengaku jika ‎untuk menentukan komposisi tim karate PON XX Jabar tidak bisa ditentukan pada saat ini. Setiap atlet karate dari seluruh kota dan kabupaten di Jabar pun tetap memiliki kesempatan membela daerahnya di ajang PON.
“Kami akan melakukan penilaian tidak hanya dari satu kejuaraan, tapi dari berbagai even yang diikuti atlet. Semua ada prosesnya, dan karena mereka atlet yang masih muda dan masih punya banyak kesempatan, jadi saya pikir sembilan atlet ini memiliki kelebihan tersendiri karena terpanggil pelatnas sebagai batu loncatannya,” tegasnya. (B3)