Sempat Bermasalah, Nasib 14 Cabang Olahraga Diumumkan Akhir Pekan ini 

BANDUNG,- Sebanyak 14 cabang olah raga yang sempat harus dikaji ulang untuk bisa digelar pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII akan segera diumumkan nasibnya pada akhir pekan ini. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat sudah melakukan verifikasi ulang, mengkaji, dan memutuskan solusi untuk ke-14 cabor “bermasalah” tersebut.
“Pembahasan sudah, verifikasi sudah, saat ini tinggal menunggu dilegalkan melalui SK (surat keputusan) bertandatangan Ketua Umum KONI Jabar saja. Pekan ini saya kira sudah beres karena rekomendasi sudah kami serahkan kepada Ketua. Jadi, Jumat (6/10/2017) direncanakan diumumkan supaya clear (jelas) semuanya,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Barat Verdia Yosef saat ditemui di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (4/10/2017).
Yosef mengatakan, KONI Jabar mengambil posisi nentral dengan lebih dulu mendengar aspirasi plus argumentasi dari para pengurus cabang olah raga tingkat daerah. Namun tetap, kewenangan untuk mengambil keputusan ada di tangan KONI. Pertimbangan keputusan KONI Jabar, kata Yosef, semata-mata dilandasi kajian berdasarkan data sekaligus dalam upaya menjaga marwah Porda sebagai sasaran antara bagi atlet-atlet jawa Barat untuk berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua.
“Kita jangan melulu bicara Porda ini soal pembinaan saja. Bagimanapun, Porda adalah puncak prestasi atlet di Jabar yang nantinya menjadi jembatan untuk berprestasi pada level PON. Jadi jangan sampai ada penjegalan atlet potensial untuk berprestasi, baik akibat pembatasan usia maupun nomor-nomor pertandingan. Kami ingin yang juara di Porda ini adalah memang terbaik dari segi kualitas, bukan hanya karena bantuan pembatasan usia di kelasnya atau cabornya,” kata Yosef.
Sekadar informasi, ada 14 nomor yang dikaji ulang sejak akhir Juli lalu, baik dari sisi nomor pertandingan maupun pembatasan usia. Sejumlah nomor yang dikaji ulang pada beberapa cabang olah raga di antaranya adalah bina raga (8 nomor), biliar (18 nomor), catur (7 nomor), judo (8 nomor), menembak (1 nomor), panjat tebing (3 nomor), dan yang terbanyak adalah wushu (22 nomor taolu).  Sementara itu, ada beberapa cabang olah raga juga yang dikaji dan dibahas lagi dari sisi pembatasan usia. Sejumlah cabang olah raga itu adalah anggar, balap sepeda, gulat, judo, panahan, panjat tebing, pencak silat, tenis meja, dan tinju.
Yosef mengatakan, secara umum sudah tidak ada maslaah ihwal nomor-nomor pertandingan pada cabor-cabor tersebut. Yang pasti, kata dia, Porda jangan sampai menghilangkan nomor-nomor pertandingan yang kelak pasti digelar di PON.
Sementara itu tentang masalah pembatasan usia, KONI Jabar memutuskan batasan usia yang ditetapkan oleh pengurus provinsi cabang olah raga yang bersangkutan bisa diterapkan di Porda. Namun, kata Yosef, tetap harus digelar nomor-nomor khusus untuk mengakomodasi atlet-atlet senior yang misih potensial berprestasi pada PON. Apalagi, berdasarkan pemetaan kekuatan atlet skala Jawa Barat dan Nasional yang sudah dilakukan olah KONI Jabar, kata Yosef, kekuatan atlet Jawa Barat ada pada usia 26-31 tahun.
“Misalnya untuk pencak silat, bisa saja tetap diterapkan batasan usia maksimal atlet 21 tahun seperti keputusan dari pengprov IPSI (Ikatan Pencak silat Seluruh indonesia) Jabar. Namun, harus dipertandingkan juga nomor-nomor tertentu untuk mengakomodasi atlet-atlet senior dari sejumlah daerah yang memang masih berpotensi besar berprestasi pada PON,” ujarnya.
Yosef mengatakan, sesuai arahan Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin maupun gubernur Jawa Barat,Jabar tetap menargetkan juara umum pada PON XX/2020 di Papua nanti. Oleh karena itu, dari mulai dari cabor, nomor, dan pembatasan usia pada Porda harus benar-benar dikaji demi prestasi terbaik di PON. Porda Jabar XIII di Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 menjadi sangat strategis sebagai langkah awal persiapan menuju PON XX/2020. (B4)