Sentralisasi Panahan Jabar Pindah Ke Si Jalak Harupat

BANDUNG,- Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat membidik kompleks olah raga Stadion Si Jalak Harupat sebagai sentra latihan dan pembinaan. Perpindahan dari sekretariat di area Gedung KONI Jabar akan dilakukan secepatnya setelah fasilitas di Si Jalak Harupat rampung dibangun.
“Panahan akan pindah ke Si Jalak Harupat. Perlahan,¬†dari pajajaran (sentralisasi panahan) akan kita alihkan ke Jalak. Memang butuh persetujuan kepala daerah Kabupaten Bandung, tapi saya sudah koordinasi. Intinya Pak Dadang Naser (Bupati Bandung) setuju,” ujar Ketua Perpani Jawa Barat M. Yusuf, Rabu (7/2/2018).
Dia mengatakan, perpindahan lokasi sentralisasi ke area Si Jalak Harupat juga sudah dikomunikasikan dengan Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin. Menurut Yusuf, KONI Jabar merespons positif aspirasi tersebut.
“Ketua (KONI Jabar) sudah merespons untuk diusulkan. Kami akan survei semua kebutuhan, yang terpenting adalah ada tempat atau gudang untuk peralatan dan juga dibangun peristirahatan yang representatif dan nyaman untuk atlet. Secepatnya kita akan pindah setelah proses pembangunan sejumlah fasilitas di sana selesai,” ujar Yusuf yangg juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Selain itu, kata Yusuf, pihaknya juga berharap agar KONI Jabar dapat mengeluarkan izin pengelolaan peralatan eks Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Dengan demikian, Perpani Jabar dapat leluasa merawat sekaligus memanfaatkan peralatan eks PON itu untuk memaksimalkan pembinaan atlet.
“Saat ini banyak peralatan bekas PON yang terbengkalai. Kami berharap itu bisa dikelola oleh Pengprov Perpani. Kami juga usulkan kepada KONI Jabar untuk pembuatan gudang supaya peralatan yang harganya tidak murah itu tidak rusak,” kata Yusuf yang merupakan manajer tim panahan Jabar pada PON XIX 2016.
Dia menilai, sentralisasi panahan di tempat representatif akan sangat penting dalam mempersiapkan atlet menuju PON XX di Papua pada 2020. Selama ini, para atlet panahan masih menjalani latihan secara terpisah, bahkan terpencar.
“Ada sedikit yang berlatih di area lintasan atletik Pajajaran dan sisanya tersebar di klub-klubnya. Ke depan, semua akan latihan terpusat di Si Jalak Harupat,” ucap Yusuf.
Menurut dia, Jabar punya prospek bagus untuk mendominasi cabang olah raga panahan di skala nasional. Dari hasil pelaksanaan kejuaraan daerah sekaligus babak kualifikasi untuk Porda Jabar XIII, Yusuf menilai sudah banyak atlet-atlet muda yang sangat potensial untuk diandalkan mendulang medali pada PON 2020 dan selanjutnya.
“Antusiasme generasi muda pada panahan sekarang ini sangat besar. Kejurda atau BK yang biasanya diikuti 80 orang, kemarin di Tasik itu sampai 340 atlet yang ikut. Kami sudah data atet-atlet potensial tersebut dan mereka menjadi bekal bagi Jabar untuk memperkuat dominasi di PON Papua, bahkan sesudahnya,” ujar Yusuf. (B4)