Setelah Olah Raga, Jabar Perluas Bidang Kerjasama dengan Gyeongsangbuk-Do

BANDUNG,- Setelah selama delapan tahun menjalin kerja sama di bidang olah raga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera memperluas bidang kerja sama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do korea Selatan. Awal rencana kerjasa sama berbagai bidang itu ditandai dengan penandatangan Letter of Intent (LoI)  oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur Gyeongsangbuk-Do Kim Kwan yong di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (6/5/2018) malam.

“Kerja sama kedua provinsi ini sebelumnya spesifik pada bidang olah raga dan sudah berlangsung sejak 2010, sampai sekarang berlanjut tanpa putus.  Tadi kami menandatangani LoI dengan niat baik untuk membangun kerja sama lebih luas yang dipayungi aturan sister province. Semoga dalam saktu sebulan atau dua bulan ke depan kita bisa lakukan penandatanganan MoU kerja sama sister province,” ujar Heryawan.

Dia mengatakan, penandatanganan kerja sama MoU sister province akan membuka pintu lebar-lebar untuk terjalinnya kerja sama pada lebih banyak bidang seperti pendidikan, pariwisata, teknologi, perdagangan, dan lainnya. Aturan kerja sama dalam payung hukum sister province, kata Heryawn, menjadi sangat penting agar kerja sama kedua provinsi bisa saling melindungi sekaligus saling menguntungkan kedua belah pihak.
“Saat ini kerja sama masih terbatas pada bidnag olah raga, nanti setelah kerja sama sister province, bidang kerja sama tidak dibatasi. Sepanjang menguntungkan kedua belah pihak, bisa dilakukan. Prioritas (bidang kerja sama)  ke depan adalah olah raga, pendidikan, dan pariwisata,” ujar Heryawan.
Khusus kerja sama pada bidang olah raga, kata Heryawan, akan disusun program kerjasama pembinaan atlet sejak usia dini. Menurut dia, kerja sama yang terjalin selama ini adalah menyiapkan atlet-atlet senior menjelang berpartisipasi pada ajang prestasi bergengsi.
“Beliau (Gubernur Gyeongsangbuk-Do) menilai itu sudah bagus. Tapi idealnya menurut dia adalah membina dan menyiapkan atelt sejak TK atau SD kalau ingin merebut gelar kejuaraan level dunia, jangan membina atlet yang sudah besar, tapi bina dari kecil. Itu pengalaman mereka sehingga kita bisa lihat mereka bisa berprestasi tinggi di antara negara-negara di dunia saat itu. Oleh karena itu ke depan, kita rintis kerja sama pembinaan atlet semenjak masa kecil,” kata Heryawan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar Ahmad Saefudin mengatakan, pihaknya kana segera mengkaji konsep dan implementasi kerja sama pembinaan olah raga dari tingkat dasar untuk meraih prestasi level dunia. Dia menambahkan, kerja sama dalam pembinaan olah raga sejak usia dini untuk sementara sudah dimulai pada bidang sepak bola dan judo.
“Hasil kerja sama itu dibuktikan dengan kebnerhasilan tim judo Jabar juara umum kejuaraan nasional pada kategori cadet dan junior. Atletnya adalah hasil satu tahun lalu pencarian ke seluruh daerah bersama pelatih korea juga,” kata Ahmad.
Dia menambahkan, kerja sama pembinaan cabang olah raga juga akan ditambah. jika selama ini kerja sama terjalni pada sebelas cabang olah raga, kata Ahmad, ke depan akan ditambah dua cabang olah raga.
“Untuk cabor kan kami tambah minimal dua cabor, yakni selam dan senam. Bahkan, dari pihak mereka (Gyeongsangbuk-Do) ada keinginan membangun fasilitas panahan dan sepatu roda,” kata Ahmad.
Sementara itu Gubernur Gyeongsangbuk-Do  Kim Kwan yong sangat mengapresiasi keberlanjutan kerja sama dengan Provinsi Jabar. Menurut dia, persahabat antara kedua provinsi membuat kerja sama sudah terkjalin lebih dulu bahkan saat penandatangan resmi belum dilakukan.
“Biasanya kerja sama itu didahului MoU dulu. Namun ini justru berbeda, kerja sama dulu, baru MoU. Itu semua karena kehangatan persahabatan kami. Kami harap kerja sama bisa terus berlanjut dan dilakukan pada berbagai bidang. Selain olah raga, apa yang bisa kami bantu akan kami bantu. Kami ingin kedua provinsi saling memberi kebaikan sehingga Indonesia dan Korea Selatan bisa maju bersama,” ujar Kim.
Selain penandatangan kerja sama, kunjungan Kim Kwan yong yang didampingi isterinya Kim Chun Hee berserta rombongan delegasi Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan diisi dengan berwisata ke sejumlah tempat di antaranya Taman Hutan Raya, mengunjungi Museum KAA, dan menikmati keindahan Tangkuban Parahu. Pada Selasa, (8/5/2018), Kim dijadwalkan akan menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Pendidikan Indonesia. Gelar yang sama sudah diberikan lebih dulu oleh Universitas Kyungwoon, di Gumi, Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan kepada Ahmad Heryawan pada akhir April lalu. (B2)