Taekwondoin Jabar Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia

JAKARTA,- ATLET taekwondo Jawa Barat, Defia Rosmaniar menorehkan prestasi membanggakan setelahh menjadi penyumbangg medali emas pertama untuk Indonesia, di Asian Games XVIII/2018. Bertanding di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/8/2018), Defia, yang merupakan atlet asal Bogor, Jawa Barat ini mendapatkan emas setelah di final mengalahkan taekwondoin asal Iran Marjan Salahshouri di nomor poomsae tunggal putri.

Dihadapan Presiden RI Joko Widodo yang menyaksikan langsung di arena, Defia menang setelah mengumpulkan poin total 121,7.  Selisih 3,3 poin dengan Marjan yang meraih perak. Sementara perunggu bersama di nomor ini direbut oleh atlet Malaysia Yap Khim Wen dan Yun Jihye yang sebelumnya tumbang di babak semifinal.

Ini merupakan medali pertama bagi Defia di ajang ini, sekaligus emas pertama Indonesia dari cabang taekwondo semenjak cabang ini dipertandingan di Asian Games 1986. Sejauh ini sejak taekwondo dipertandingan di Asian Games, Indonesia baru bisa mengoleksi enam perak dan delapan perunggu sejauh ini.

Pencapaian Defia ini disambut positif oleh Komandan Kontingen Indonesia Syafruddin yang turut mendampingi Presiden. Menurutnya, ini merupakan pemicu bagus bagi atlet Indonesia lainnya untuk turut berbondong-bondong mempersembahkan emas untuk Merah Putih.

“Alhamdulillah, emas pertama bisa langsung kita raih di hari pertama pertandingan Asian Games dari cabang taekwondo. Ini pemicu positif untuk atlet lainnya. Emas ini tidak lepas dari dukungan penuh Bapak Presiden yang hari ini menyaksikan langsung perjuangan Defia dan teman-teman di sini,” katanya.

Defia usai pertandingan mengatakan jika dirinya sangat bangga dan senang bisa merebut emas di debut pertamanya di Asian Games.  “Tentu perasaannya bangga, senang. Terima kasih buat semuanya, Allah SWT, dan seluruh pendukung. Medali ini saya persembahkan untuk ayah saya terutama, keluarga, pelatih, serta teman-teman saya yang telah mensupport selama ini,” tuturnya.

Dari sepanjang pertandingan yang dilaluinya, Defia mengaku bila lawannya dari Korea lah yang sempat membuatnya gugup. Pasalnya, Yun yang dinilai merupakan pesaing terberatnya. Kemenangan atas atlet Korea tersebut yang membuat dirinya tampil percaya diri di babak final.

“Yang terberat tadi saat lawan Korea. Alasannya ya, karena taekwondo dari Korea. Tapi tadi mikirnya ya sudah, bisa, bisa, bisa mengalahkan mereka. Terpenting aku main bagus dan pelatih senang,” katanya.

Baginya meraih medali emas ini bagai mimpi, tidak menyangka. Dirinya tidak ada firasat sama sekali, mengingat ini poomsae perdana yang dipertandingkan di Asian Games.  “Tidak ada firasat. Hanya saja, saat mau tanding sering nangis. Entah kenapa, mungkin emosi. Tapi ada temen-temen dan pelatih yang selalu menenangkan saya. Tapi saya berdoa khusus agar di Asian Games pertama ini bisa mendapat hasil yang bagus dan manis,” ucapnya. (B6)