Tampil Lagi Di Porda, Boling Kota Bandung Bidik Tiga Emas

BANDUNG, – Setelah absen pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2014, cabang olah raga boling akan kembali digelar pada Porda XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Namun sebagai juara umum boling Porda 2010, Kota Bandung tak mematok target tinggi dan hanya membidik minimal tiga medali emas dari total sebelas nomor.
“Sebenarnya ada total 11 medali emas yang nanti diperebutkan. Target kami minimal di tiga medali emas itu aman, namun kalau bisa sampai lima tentu akan sangat membanggakan. Yang pasti, kami ingin mempertahankan status juara umum Porda untuk boling,” ujar Ketua Pengurus Cabang Persatuan Boling Indonesia Kota Bandung Dicky Wijaya di sela-sela rapat kerja PBI Kota Bandung di salah datu hotel di Jalan Wastukencana, Selasa (14/11/2017).
Dia mengatakan, proyeksi tiga medali emas itu diandalkan dari nomor perseorangan putra, putri, dan ganda. Target tiga medali emas ini sama dengan pencapaian pada Porda XI/2010, yakni saat Kota Bandung meraih tiga medali emas.
“Saat itu kami dapat emas dari nomor perseorangan putri, ganda putra, dan trio putra. Namun, saat itu yang dipertandingkan hanya 8 nomor,” kata Dicky.
Dia mengatakan, selain melihat potensi atlet seniri, proyeksi target juga ditetapkan dengan melihat peta persaingan. Menurut dia dibandingkan kota kabupaten lain, Kabupaten bogor sebagai tuan rumah, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Bandung Barat akan menjadi pesaing serius bagi Kota Bandung pada Porda 2018 ini
“Tiga daerah itu harus harus sangat diperhitungkan. Namun secara umum persaingan akan ketat karena sudah ada tujuh cabang (PBI) yang menjalani pemusatan latihan di Jakarta untuk mematangkan persiapan mereka,” kata Dicky.
Tim boling Kota Bandung juga sudah menjalani latihan intensif. Delapan atlet, kata Dicky, menjalani pemusatan latihan cabang sejak Juli lalu di arena boling Siliwangi. Mereka bersiap untuk mengikuti babak kualifikasi Porda yang rencananya akan digelar pekan depan di Bogor.
“Tapi kami masih menunggu keputusan dari Pengurus Daerah PBI Jabar karena jumlah Pengcab yang ikut belum jelas. Kalau di atas 10 pengcab, kemungkinan besar BK akan digelar. Tapi kalau pesertanya kurang dari 10 pengcab, mungkin hanya digelar pertandingan simulasi saja, semacam test event, tanpa ada yang dieliminasi,” kata Dicky.
Selain soal target Porda, rakerca  PBI Kota Bandung juga membahas misi kepengurusan periode 2015-2019 untuk menambah jumlah klub boling sekaligus mengupayakan pembangunan minimal satu arena boling yang representatif di Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Dodi Ridwansyah berharap PBI Kota Bandung bisa mematok target tinggi diiringi komitmen kuat segenap pengurus dan atlet untuk merealisasikannya. Menurut dia, Kota Bandung punya tradisi bagus dan potensi atlet yang memadai untuk meraih prestasi cabang olah raga boling.
Dodi pun menegaskan akan mengupayakan anggaran yang lebih besar untuk pemberian bonus andaikan para atlet boling Kota Bandung mampu merebut banyak medali dan menjadi juara umum.
“Target harus dicapai dengan komitmen kuat semua pengurus. Yang diperjuangkan itu bukan target ketua umum cabor, harus target bersama semua pengurus. Kalau bisa jangan 5 atau 5, tapi sekalian 8 emas supaya nanti kita juga akan perjuangkan pemberian bonus yang istimewa,” ujar Dodi. (B4)