Tanpa Lisensi, Pelatih Tak Bisa Dampingi Atlet Tinju di Porda

BANDUNG, – Standardisasi kompetensi pelatih akan mulai diberlakukan pada cabang olah raga tinju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Hanya pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan yang bisa mendampingi atlet pada ajang olah raga empat tahunan tersebut.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Barat Ronald Sigarlaki mengatakan, sesuai dengan ketentuan dari badan tinju yang menaungi olah raga tinju amatir sedunia, AIBA (Association International de Boxe Amateur) tiap pelatih yang mendampingi petinju wajib memiliki lisensi minimal level dasar.
“Persyaratan serupa juga yang ditentukan dalam Mukernas (Musyawarah Kerja Nasioana) Pertina pusat. Atas dasar itulah kami menyelenggarakan penataran pelatih tingkat dasar ini,” ujar Ronald di sela-sela Penataran Pelatih Tinju Amatir Tingkat Dasar se-Jawa Barat di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (10/1/2018).
Ronald mengatakan, penataran level dasar ini menjadi langkah awal untuk melakukan standardisasi kompetensi pelatih di Jawa Barat. Menurut dia, standardisasi pelatih melalui kepemilikian lisensi ini akan mulai diberlakukan pada Porda di Kabupaten Bogor.
“Jadi nanti hanya pelatih yang sudah memiliki sertifikat yang boleh mendampingi atlet di Porda,” kata Roni.
Penataran pelatih level dasar akan digelar sampai Sabtu (14/1/2018). Dalam pelatihan ini diberikan beragam materi mulai dari program latihan fisik, teknik dasar tinju, peraturan pertandingan, hingga perencanan nutrisi bagi atlet. Selain itu, kata Roni, diberikan pula materi tentang penanganan kesehatan dan psikologis atlet.
“Banyak pelatih potensial di jabar, tapi harus dibekali ilmu kepelatihan yang lebih mapan supaya pembinaan atlet di sasana sebagai ujung tombak akan bisa lebih meningkat,” kata Ronald.
Pemateri yang dihadirkan dalam penataran ini merupakan para ahli di bidangnya, seperti Pelatih berlisensi AIBA bintang III asal Korea Selatan Cheon In Ho, Ronald Sigarlaki sebagai satu-satunya pelatih berlisensi AIBA bintang III di Indonesia, wasit/hakim AIBA bintang I Warta Ginting (Pertina Pusat), dr Iyan Apriana (dokter ring tinju), dan Prof. Danu Hoedaya, Ph.D (ahli psikologi olah raga).
“Materi bukan hanya teori, tapi akan lebih banyak dilakukan di luar kelas untuk praktik. Jadi seperti workshop,” kata Ronald.
Dia mengatakan, pelatihan dasar ini menjadi tahap awal bagi pelatih tinju amatir untuk mengembangkan karir kepelatihan. Setelah level dasar ini, para pelatih bisa terus melanjutka ke jenjang yang lebih tinggi untuk mendapatkan lisensi pelatih lanjutan, nasional, hingga janjang lisensi pelatih AIBA.
Namun yang terpenting, kata Ronald, standardisasi kompetensi sesuai aturan AIBA ini, diharapkan bisa membuat pelatih Jabar mampu mengoptimalkan bakat-bakat petinju daerah.
“Ujung tombak pembinaan ada di sasana. Dengan pelatih berlisensi sesuai standar, pembinaan diharapkan bisa lebih baik dan mengoptimalkan potensi atlet putra daerah. Jadi, kita tidak perlu ada hiruk pikuk mutasi atlet dari wilayah timur terus pada Porda misalnya,” kata Ronald.
Penataran pelatih level dasar se-Jabar diikuti oleh 42 peserta dari 20 kabupaten kota. Ronald mengatakan, beberapa di antara peserta adalah mantan atlet tinju berprestasi seperti peraih emas PON tiga edisi terakhir secara beruntun Dadan  Amanda, Ade Hasan (atlet Asia Games 1990), dan Kusdiono.
“Peserta adalah pelatih yang akan mendampingi atletnya di Porda nanti. Beberapa merupakan mantan atlet yang mulai merintis karir di dunia kepelatihan,” ujar Ronald. (B4)