Target 5 Emas, Salsabila Punya Cita-cita Mulia

BANDUNG,- Memiliki cita-cita mulia ingin memberangkatkan orang tua ke tanah suci menjadi motivasi tertinggi bagi atlet panjat tebing Kota Bekasi, Salsabila untuk tampil gemilang dan bisa mempersembahkan medali emas pada Pekan Olahraga Daerah (porda) XIII/2018 di Kabupaten Bogor.

Dari delapan nomor yang akan ia ikuti, atlet cantik kelahiran Jakarta, 7 Maret 1996 itu menargetkan minimal tiga medali emas bisa ia raih. Bahkan Salsa yang mendapat dua medali emas (lead dan boulder beregu putri), dua perak (boulder perorangan dan lead mix) serta satu perunggu (speed klasik beregu putri) pada Porda XII/2014 lalu ini optimistis bisa mencuri lima emas, melebihi target yang dibebankan kepadanya.

Salsa berharap, cucuran keringat saat berlatih membuahkan hasil maksimal ketika berada di arena sesungguhnya nanti. Bukan tanpa perjuangan, Salsa harus membagi waktu kuliah, bekerja sebagai pelatih renang dan juga berlatih.

“Persiapan porda kali ini aku sambil kuliah dan melatih renang. Jadi untuk latihan, selalu dipadetin dari sore sampe malam supaya maksimal. Ini akan menjadi porda kedua buat aku. Dan harus bisa capai target. Kalau dari KONI Kota Bekasinya ditargetin tiga emas tapi aku yakin bisa lima emas. jadi aku harus lebih giat lagi. Aku ingin bisa berangkatin orang tua aku umroh dan bisa kerja di Kota Bekasi sesuai dengan janji kalau dapat emas,” ungkap Salsa.

“Tidak ada yang tidak mungkin kalau memang mau berusaha dan giat berlatih. Meskipun harus bersaing dengan atlet Kota Bogor yang sekarang berada di Pelatnas Asian Games. Tapi aku yakin banget bisa bersaing,”katanya menambahkan.

Jika melihat pada hasil babak kualifikasi yang ia ikuti pada akhir tahun lalu, tidaklah mustahil bagi Salsa.  Untuk nomor lead perorangan, lead tim putri, boulder perorangan dan boulder tim mix, mahasiswi Fakultan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini mendapat peringkat pertama, sedangkan untuk nomor lead mix, boulder tim putri dan speed klasik beregu, Salsa berada diurutan kedua. Dan sisanya untuk nomor speed WR relay ia harus puas berada di peringkat enam.

Atlet yang sudah menggeluti olahraga panjat tebing sejak berada di bangku SMA tepatnya pada 27 Juli 2011 ini mengaku proses latihannya hingga saat ini berjalan lancar tanpa hambatan.

“Untuk sekarang kan masih persiapan umum, tidak ada kendala sih soalnya di kerjaan sebagai pelatih renang juga aku masih bisa kejar fisik nafas, sekaligus buat terapi badan aku juga. Tapi dari bulan Mei nanti sampai pelaksanaan porda aku fokus untuk latihan. Melatih sama kuliah dispen dulu,”kata peraih medali perak dinomor lead tim putri pada Kejunas 2017 di Yogyakarta tersebut. (B5)