Terkendala Dana, Babak Kualifikasi Tinju Molor Lagi

BANDUNG,- Tinju dipastikan menjadi cabang olah raga terakhir yang melaksanakan babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018.  Terkendala pebiayaan, jadwal babak kualifikasi tinju kembali molor dan baru akan digelar di Gedung Kesenian Pemerintah Daerah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (6/3/2018) sampai Minggu (11/3/2018).

Jadwal babak kualifikasi tinju memang beruba-ubah. Sebelumnya, babak kuaolifikasi ditetapkan akhir Februari lalu.

“Masalahnya adalah mencari tempat dan dana yang tidak sedikit untuk penyelenggaraan. Namun sekarang sudah ditetapkan jadwalnya. Memang cabor tinjujadinya yang terakhir melaksanakan BK,” ujar Sekretaris Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia Jawa Barat Ronald Sigarlaki di Sekretariat Pertina Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (4/3/2018).

Dia mengatakan, babak kualifikasi akan mempertanidngkan 11 kelas untuk katergori senior utama putra (elite men), yakni mulai kelas 46 kg sampai 91+kg dan 9 kelas untuk senior utama putri (elite women) yang meliputi kelas 45 kg sampai 75 kg. Sesuai ketentuan Pertina Jabar, pada babak cabang olah raga tinnju untuk Porda ini diberlakukan pembatasan usia atlet, yakni maksimal 30 tahun.  Peraturan pertandingan mengacu pada PP Pertina pusat juga ASBC dan aturan terbaru AIBA.

“Bagi semua atlet Jabar eks PON 2016 dan atlet Jabar eks Pelatnas 2017 semuanya lolos dan berhak mengikuti putaran final Porda XIII Jabar Kabupaten Bogor. Begitupun untuk petinju yang berada di Pelatnas, apabila diizinkan atau dikembalikan ke daerah oleh KONI Pusat dan PP Pertina, otomatis lolos babak kualifikasi,” ujar Ronald.

Dia mempersilakan para pengurus daerah Pertina di Jabar untuk mendaftarkan atletnya pada babak kualifikasi ini. Fase kualifikasi merupakan syarat bagi setaiap atlet untuk bisa tampil pada putaran final Porda.

“Kami punya 27 pengcab namun sekitar 23 yang aktif. Kami persilakan pada prengurus Pengcab untuk mendaftarkan atletnya. Pendaftaran nanti ditutup saat manager meeting,” ujarnya.

Ronald mengatakan, Pertina Jabar tidak mematok jumlah peserta pada babak kualifikasi. Namun dia aberharap babak kualifikasi ini bisa ddikuti oleh para atlet terbaik dari seluruh pengkot atau pengcab Pertina di Jabar sehingga dapat berlangsung kompetitif.

“Soal jumlah atlet dan pengkab/pengkot yang ikut baru bisa terlihat saat pendaftaran selesai.Tapi tentunya kami berhadap babak kualifikasi ini berlangsung kompetitif dengan kehadiran petinju-petinju terbaik binaan pengkot dan pengkab,” ujar Ronald.

Karena jumlah peserta belum diketahui,pihaknya juga belum bisa menentukan jumlah kuota atlet yang akan meramaikan Porda.

“Setelah babak kualifikasi selesai digelar, baru akan kita tentukan formula peserta yang berhak lolos ke putaran final Porda,” ujar Ronald.

Ronald menilai, melihat perkembangan pembinaan tinju di daerah, persaingan pada babak kualifikasi sampai putaran final Porda XIII/2018 diprediksi akan cukup ketat. Juara bertahan Kabupaten Bekasi dinilai tidak akan bisa dominan mengingat tim dari daerah lain seperti Kota Bekasi hingga tuan rumah Kabupaten Bogor juga punya potensi besar dalam persaingan pada 20 kelas yang dipertandingkan.

“Semakin kompetitif persaingan tentu akan semakin baik karena bakal melahirkan juara yang  potensial sekaligus berkualitas supaya bisa menambah kekuatan Jabar pada PON 2020,” ujar Ronald. (B5)