Tiga Hal Pokok ini Jadi Bahasan Rakerprov Forki Jabar 2018

BANDUNG,-Pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Jawa Barat tahun 2018 yang digelar di Elcavana Hotel, Jalan Pasirkaliki Kota Bandung, Minggu (21/1/2018), membahas tiga hal pokok dari program kerja kepengurusan Forki Jabar. Selain itu, disampaikan laporan kegiatan Forki Jabar selama tahun 2018.
Sekretaris Umum Forki Jabar sekaligus Ketua Pelaksana Rakerprov, Andrian Tejakusuma menuturkan, gelaran rakerprov Forki Jabar 2018 diikuti oleh 27 kepengurusan Forki kota/kabupaten dan sembilan perguruan. Masing-masing diwakili oleh dua orang yakni Ketua Umum serta Ketua Bidang Pembinaan Prestasi.
“Hanya enam perguruan yang tidak bisa hadir pada rakeprov kali ini. Di acara ini, kita membahas terkait laporan kegiatan tahun 2017 serta rencana kegiatan untuk tahun 2018. Ada tiga rencana kerja pokok di tahun 2018 yang akan kita bahas yakni soal Porda Jabar XIII, pelaksanaan sirkuit karate tahun 2018, hingga dukungan bagi pelaksanaan Asian Games 2018 serta Olimpiade,” ujar Andrian saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Rakerprov Forki Jabar 2018, Minggu (21/1/2018).
Untuk pelaksanaan Porda Jabar XIII, Forki Jabar sudah menggelar babak kualifikasi yang meloloskan 12 besar atlet di nomor perorangan dan 10 besar atlet di nomor beregu. Pada babak kualifikasi tersebut, pihak Forki Jabar menerapkan sistem ranking plus ranking bersama di peringkat tiga, empat dan lima.
“Kenapa ada peringkat bersama karena kita membagi beberapa pool di setiap nomor yang dipertandingkan saat babak kualifikasi. Namun itu bukan berarti, atlet yang menempati ranking bersama itu tidak punya kans meraih medali di Porda Jabar XIII. Ini karena sistem pool sendiri diundi secara langsung bukan melalui seeded, sehingga kesempatan setiap atlet yang lolos ke Porda Jabar XIII untuk meraih medali itu sama atau merata. Sementara untuk sirkuit karate 2018, akan dimulai pada bulan ini di Cirebon dan digelar sebanyak lima kali,” terangnya.
Ketua Umum Forki Kota Bogor, Djamudin menuturkan, kebijakan ranking pada pelaksanaan babak kualifikasi semakin membuka peluang daerah untuk melakukan kaderisasi atlet hingga beberapa lapisan. Dengan batasan regulasi tersebut, atlet yang menempati peringkat dibawah bukan berarti tidak memiliki kesempatan berprestasi.
“Kalau kita melihat (regulasi) ini sangat bagus, sehingga kita memiliki beberapa lapisan atlet yang bisa turun di ajang kejuaraan lain seperti di sirkuit,” ujar Djamudin.
Dengan kebijakan ranking ini, lanjutnya, akan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang bisa bersaing di berbagai even kejuaraan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, atlet yang baru ini pun bisa bersaing dan lebih baik dibandinkan atlet seniornya.
“Untuk atlet yang sudah lolos ke Porda Jabar XIII pun, sesuai komitmen Forki Jabar, akan mendapatkan dukungan pelatihan untuk meningkatkan kualitasnya. Dengan demikian, ini bisa mendorong peningkatan kualitas atlet karate di Jabar sendiri,” tegasnya.
Sementara Ketua Harian Perguruan BKC Jabar, M Syahrulloh mengaku pihaknya sangat menunggu program kerja Forki Jabar tahun 2018. Salah satunya pelaksanaan sirkuit karate Jabar yang menjadi ajang peningkatan kualitas atlet karate.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya sangat berharap akan ada atlet asal Jabar yang bisa mewakili Indonesia untuk tampil di Olimpiade tahun 2022 di Jepang. Meski harus melalui jalan yang panjang, pihaknya siap membantu mendukung program-program yang akan disusun Forki Jabar di tahjun 2018.
“Kita sangat berharap ada wakil Jabar yang tampil di Olimpiade. Dengan demikian, titel juara umum yang sudah diraih Jabar di PON XIX itu menjadi suatu hal yang biasa dan menjadi tradisi. Karena kita yakin, persaingan untuk PON XX itu akan sangat ketat dan semua persiapan harus dimulai dari saat ini,” tegas Syahrulloh. (B3)