Tim Tinju Pelajar Kota Bandung Sesuaikan Jadwal Latihan Atletnya Di Bulan Ramadhan

BANDUNG,- Untuk menjaga peak performance para atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat pada akhir Juni mendatang, tim tinju pelajar Kota Bandung dituntut untuk tetap menjaga kebugaran fisiknya meski di bulan Ramadan.

Pelatih Tim Tinju Popda Kota Bandung, Saulus Lacaden mengatakan, meski di bulan Ramadan, pihaknya masih memberikan jadwal latihan rutin kepada para atletnya dengan porsi yang sudah disesuaikan.

“Kami dari jajaran pelatih, terdiri dari empat orang telah berbagi tugas untuk melihat, memantau dan mengatur latihan para atlet kita, baik di pengcab atau di sasananya masing-masing,” kata Saulus saat dihubungi pada Rabu (6/6/2018).

Menurutnya selain latihan khusus bersama tim pelajar Kota Bandung para atlet juga masih rutin melakukan latihan di sasananya masing-masing. “Biasanya tiga hari bersama seluruh tim tinju Kota Bandung, dua hari di sasana, kebetulan tiga pelatih kita disini merupakan pelatih mereka (atlet) di sasana,”ujarnya.

Lanjut Saulus, pada bulan ramadan pihaknya tengah mengurang latihan yang berhubungan dengan beban berat, namun untuk melatih kebugaran fisik diakui masih tetap dilakukan agar tidak terlalu turun.

“Latihan berat kita kurangi, untuk speed masih kita berikan namun yang biasanya speed 10 rounde kita sesuaikan menjadi 5 rounde, lalu teknik, minimal kita menjaga agar tidak terlalu turun, penurunan pasti ada tapi kita usahakan untuk stabil,” katanya

Adapun yang ia khawatirkan kepada para atket selain dari kondisi fisik pasca Ramadan, salah satunya adalah berat badan. “Salah satu yang dikhawatirkan oleh pelatih ketika pasca Ramadan adalah berat badan, itu salah satu yang di khawatirkan karena ada beberapa yang masih over weight, kita menjaga itu,” katanya.

Maka setelah Idul Fitri, pihaknya mengaku akan mulai mendorong lagi latihan para atlet agar bisa menutupi kekurangan pasca bulan Ramadan. “Kita akan push nanfi latihan, mengear waktu juga karena setelah Ramadan wajtu kita cukup sempit menghadapi Popda XII,” pungkasnya. (B3)