Tingkatkan Prestasi Anggar Jabar

BANDUNG,- TIGA tahun membangun prestasi bukan hal yang mudah. Banyak rintangan dan kendala, tapi berbekal kepercayaan bahwa atletnya mampu bersaing di level nasional dan internasional, Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Barat Asyanti Thalib pun tidak menyerah untuk terus memberikan pengalaman dan jam terbang untuk atletnya.

Hasilnya, 2016 lalu untuk kali pertama para atlet anggar Jawa Barat bisa menjadi juara umum di Pekan Olah Raga Nasional. Setelah sekian tahun, akhirnya atlet Jawa Barat bisa bersaing dengan dominasi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

Semenjak sukses tersebut, keinginan untuk meningkatkan level atlet daerahnya pun semakin menggebu. Anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PDI Perjuangan ini pun lebih terpacu untuk menggelar berbagai event anggar, baik di level daerah maupun internasional. Dirinya tidak ingin atletnya hanya jago saat berlatih saja, tapi tidak punya sarana untuk bertanding.

“Atlet itu membutuhkan jam terbang. Mereka perlu belajar bagaimana kondisi dan situasi dalam pertandingan yang sebenarnya. Selama ini kan tidak banyak event kejuaraan anggar, jadi kita buat saja agar anak-anak dalam pengalaman yang berbeda,” katanya.

Berbekal dari Sirkuit Anggar Jabar yang bisa menelurkan banyak atlet anggar yang bagus, maka di tahun ini, Asyanti pun mencoba menggulirkan kejuaraan internasional, West Java International Fencing Championship 2018 pada 28-29 April lalu dengan mempertandingan tiga jenis senjata, yakni Foil, Epee dan Sabre untuk kelas umur di bawah usia 12 tahun (U12), di bawah usia 14 tahun (U14) dan kelompok senior/open. Selama ini untuk level internasional hanya digelar oleh Pengurus Besar dan itu pun tidak banyak.

“Ini berawal dari Sirkuit Anggar Jabar juga, dari hasil itu banyak atlet kita yang punya prestasi bagus. Makanya sekarang kami ingin menggelar kejuaraan internasional agar para atlet bisa mendapatkan pengalaman berbeda. Kami sudah masukan kejuaraan ini ke Federasi Anggar Internasional (FEI), kalau bagus dan hasilnya diakui mereka, maka kami berencana akan menggelar event internasional ini dua tahun sekali. Ini jadi kali pertama di Indonesia kejuaraan internasional digelar oleh Pengprov,” ujarnya.

Asyanti berharap, dengan keterbatasan pusat menggelar kejuaraan level nasional maupun internasional, apa yang dilakukan Pengprov Ikasi Jabar ini diharapkannya bisa jadi pemicu bagi Pengprov-pengprov Ikasi lainnya di daerah untuk juga bisa menggelar Kejuaraan Serupa. Karena selain bagus untuk meningkatkan kualitas atlet, pemantauan atlet daerah baru, juga untuk lebih memperkenalkan anggar sebagai olahraga. Hal ini Mengingat anggar memang tidak sepopuler sepak bola menurut Asyanti. (B6)