Tuan Rumah Porda Jabar XIII Rekrut 18 ‎Atlet Karate dari Kota/Kabupaten Lain

BANDUNG,- Tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018, Kabupaten Bogor menjadi daerah yang paling banyak melakukan mutasi atlet di cabang olahraga karate. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, setidaknya 18 atlet karate asal kota/kabupaten lain di Jabar pindah ke Kabupaten Bogor menjelang Porda Jabar XIII/2018.
‎”Atlet karate yang pindah ke Kabupaten Bogor itu sebagian besar berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bandung,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahrahga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jabar, Andrian Tejakusuma saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (31/3/2018).
Selain 18 atlet asal kota/kabupaten lain di Jabar yang mutasi ke Kabupaten Bogor menjelang Porda Jabar XIII, lanjutnya, terdeteksi juga atlet yang pindah ke kota/kabupaten di Jabat dan berasal dari luar Provinsi Jabar. Atlet-atlet tersebut, berasal dari Provinsi Jatim.
“Setidaknya ada sembilan atlet asal Jatim yang pindah ke kota dan kabupaten di Jabar menjelang Porda Jabar XIII. Yakni ke Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon dan Kota Bandung. Bahkan ada salah satu atlet asal Jatim itu merupakan atlet penghuni pelatnas Asian Games 2018 dan nampaknya tidak akan mendapat rekomendasi untuk pindah ke Jabar,” tambahnya.
‎Andrian menuturkan, dari sekian banyak kasus mutasi atlet yang terjadi di cabang olahraga karate menjelang Porda Jabar XIII, sebanyak 22 kasus diantaranya sudah berhasil diselesaikan. Diantaranya kasus mutasi atlet asal kota/kabupaten di Jabar yang pindah ke Kabupaten Bogor.
‎”Jadi kita sudah pertemukan semua daerah terutama yang memiliki potensi konflik dalam hal mutasi atlet. Dan dari hasil pertemuan tersebut, sudah disepakati terkait mutasi atlet ini diantaranya yang akan bermain untuk Kabupaten Bogor di Porda Jabar XIII. Kita dari Pengprov FORKI Jabar sendiri memprioritaskan atlet yang punya potensi prestasi harus bermain di Porda Jabar karena akan menjadi acuan untuk rekrutmen pelatda PON XX di Papua‎,” tegasnya. (B1)