Tujuh Negara Ikuti Temu Pendekar Internasional

BANDUNG,- Sebagai bagian dari upaya bagianpencak silat bisa ditetapkan menjadi salah satu nominasi warisan budaya tak benda asal Indonesia oleh UNESCO, Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI) mengadakan Temu Pendekar Internasional, yang akan diadakan pada tanggal 20-23 Oktober 2017, di Balai Kota, jalan Wastukencana.

Pembina MASPI, Edwin Senya mengatakan, Temu Pendekar Internasional ke-2 ini merupakan kelanjutan even pertama sebelumnya di tahun 2015. Misi diadakan acara ini juga adalah untuk melestarikan seni budaya leluhur bangsa kita yaitu penak silat.

“Saat ini kita juga sedeng mengembang sebuah misi, yaitu memperjuangkan agar pencak silat bisa ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019,”tutur Edwin di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kamis (19/10/2017).

Temu Pendekar Internasional ke-2 ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan, sehingga akhirnya pencak silat bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.

Edwin mengatakan, Temu Pendekar Internasional ini akan diikuti perwakilan pendekar dari tujuh negara. Pada acara tersebut juga akan diadakan kirab yang melibatkan seluruh peserta dari Gedung Merdeka sampai ke Balai Kota.

“Insya Allah akan dibuka oleh wali kota dan juga akan dihadiri juga oleh Dirjen Kementrian Kemendikbud, dan juga tokoh pencak silat dunia yaitu Edi Nalapraya yang pada kesempatan nanti akan kita deklarasikan beliau sebagai bapak silat dunia. Kemudian akan dihadiri para tokoh pencak silat Indonesia,”katanya.

Dia berharap kedepanya Temu Pendekar Internasional ini juga bisa menjadi ikon Kota Bandung, ikon Jawa Barat, dan bahkan ikon Indonesia, seperti halnya festival bela diri lainnya seperti wushu di tiongkok, taekwondo, di Korea Selatan.

Ketua Umum Maspi, Asep Gurwawan, Temu Pendekar Internasional kali ini juga akan diikuti oleh tujuh negara yang selama ini  turut serta dalam pelestraian dan pengembangan pencak silat di negaranya.

“Tujuh negara yang ikut serta adalah Belanda, Prancis, Singapura, Thailand, Belgia, Jepang, dan Ukraina. Selain itu juga ada perwakilan mahasiswa dari 23 negara yang saat ini sedang belajar di Institut Seni Budaya Indonesia,”ujarnya.

Dia menuturkan, pertemuan ini adalah yang kedua kalinya digelar, setelah yang pertama diadakan pada bulan Desember 2016. Rencananya even ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi ilmu diantara para pendekar pencak silat di dunia.

Pada acara Temu Pendekar Internasional ini salah satu agendanya adalah workshop beragam aliran pencak silat yang ada di Indonesia seperti aliran Haji Salam dari Banten, Ulin Sera, Sabeni dari Betwai, Sanalika Bandung, dan Sendeng Bugis dari Makassar.

Selain workshop, juga akan menampilkan atraksi pencak silat seni dari berbagai aliran seperti Bandrong, Cimande, Maenpo Cikalong, Sera, Trumbu Banten, Suliwa, dan Gerak Gulung Budidaya.

Asep mengatakan, selain perwakilan pendekar dari tujuh negara, Temu Pendekar Internasional ini juga diikuti para pendekar dari 26 paguron dari berbagai kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

Selain workshop dan atraksi seni gerak pencak silat seni, pada even ini juga diadakan sendra sendra pencak silat dengan bentuk tematik yang akan diikuti pleh 26 perguruan dan perwakilan tujuh negara.

“Ada juga acara ngadu bako atau diskusi yang akan membahas tentang pencak silat seni kedepannya. Pencak silat sekarang ini ada dua dimensi yaitu sebagai ajang prestasi dan pelestarian budaya,”katanya.  (B2)