Untuk Porda, Kabupaten Bandung Pantang Impor Atlet

SOREANG,- Perekrutan atlet potensial secara besar-besaran dari luar daerah demi mendongkrak prestasi menjadi fenomena lumrah menjelang perhelatan olah raga bergengsi tingkat lokal seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat. Namun, tren minor itu ditolak mentah-mentah oleh sebagian daerah, salah satunya Kabupaten Bandung.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Herda M. Gani menegaskan, lebih baik babak belur dengan kemampuan sendiri ketimbang menyandang prestise dengan modal pembelian atlet-atlet dari luar daerah.
“Untuk Porda ini kami akan memaksimalkan atlet hasil pembinaan sendiri. Itu sesuai dengan amanat APBD yang bersumber dari rakyat dan harus dimaksimalkan untuk kepentingan pembangunan SDM Kabupaten Bandung, bukan malah digunakan untuk membeli atlet dari luar,” ujar Herda, Senin (19/2/2018).
Pria yang aktif dalam pembinaan olah raga golf itu menyatakan, tidak akan menolak jika ada atlet dari luar daerah ingin membela Kabupaten Bandung pada Porda XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Syaratnya, mekanisme perpindahan harus sesuai peraturan dan yang terpenting, pihaknya tidak akan memberikan kompensasi sepeserpun atas kepindahan itu. Menurut dia, sebagai barometer prestasi nasional, sudah seharusnya Jawa Barat tidak membiarkan aksi impor atau jual beli atlet pada Porda maupun PON menjadi budaya.
“Kalau impor atlet jadi budaya, ke depan kita akan terpuruk dalam regenerasi atlet berprestasi. Jadi sebisa mungkin, budayakan pakai atlet produk pembinaan kita. Apapun hasil yang didapat, kita akan tetap bangga dengan pencapaian atlet hasil pembinaan sendiri,” kata pria kelahiran Bangka Belitung itu.(B7)