Yunyun Yudiana Kembali Pimpin ABTI Jabar hingga 2022

BANDUNG,- Yunyun Yudiana secara aklamasi kembali dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jawa Barat masa bakti 2018-2022 pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ABTI Jabar 2018 di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (15/3/2018). Selama empat tahun kedepan, mantan Dekan FPOK UPI ini bertekad untuk semakin mengembangkan olahraga bola tangan di Jabar.
Yunyun menuturkan, gelaran Musoprov ABTI Jabar 2018 ini merupakan gelaran musorprov yang pertama kali digelar. Selain itu, olahraga bola tangan sendiri belum terlalu populer dan banyak diketahui oleh masyarakat luas, khususnya di Jabar, meski sudah dipertandingkan di beberapa multieven tingkat Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia.
“Karena musorprov ini baru pertama kali sehingga mekanismenya tidak seperti cabang olahraga lain yang sudah berpengalaman, ditambah belum terlalu populernya cabang olahraga bola tangan. Sehingga saat proses penjaringan calon ketua umum dilakukan, rekan-rekan pengcab ABTI kota dan kabupaten kembali meminta saya untuk maju,” ujar Yunyun saat ditemui usai pelaksanaan Musorprov ABTI Jabar 2018 di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (15/3/2018).
Yunyun menambahkan, target terdekat yang akan dilakukannya yakni bagaimana mengamankan sekaligus menyukseskan pelaksanaan pertandingan cabang olahraga bola tangan di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Bogor. Selain itu, dirinya pun siap mendorong untuk dipertandingkannya cabang olahraga bola tangan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.
“Untuk Porda Jabar XIII, Bola Tangan sudah dipastikan dipertandingkan karena cabang olahraga ini merupakan salah satu sumber kekuatan Jabar. Dan ini terbukti pada saat eksebisi PON XIX tahun 2016 lalu, Jabar berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak,” terangnya.
Sedangkan untuk PON XX tahun 2020 di Papua, Yunyun bertekad untuk mendorong kepada KONI Pusat dan PB PON XX Papua agar cabang olahraga bola tangan bisa dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi. Hal ini didasari pada dipertandingkannya cabang olahraga bola tangan di multieven olahraga se-Asia Tenggara, SEA Games hingga multieven tingkat dunia, Olimpiade.
“Untuk PON XX, kita akan berjuang ke KONI Pusat pada saat pelaksanaan Munaslub pada tanggal 23-25 April. Bukan hanya wacana tapi kita akan memberikan ilustrasi dan argumen. Di SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade saja, cabang olahraga bola tangan sudah resmi dipertandingkan. Kalau di PON XX di Papua tidak dilaksanakan, mau seperti apa pembinaan olahraga kita kedepan,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Yunyun, pihaknya pun akan lebih mengembangkan sekaligus mempopulerkan cabang olahraga bola tangan di Jabar. Dengan modal prestasi cabang olahraga bola tangan Jabar, harus didukung dengan pengembangan organisasi yang lebih baik kedepan.
“Dari sisi prestasi, bola tangan Jabar itu nomor wahid. Kita meraih satu medali emas dan satu medali perak di eksebisi PON XIX lalu dari 23 atlet bola tangan di Pelatnas Bola Tangan untuk Asian Games 2018, sebanyak 16 atlet berasal dari Jabar termasuk pelatihnya. Untuk itu, harus didukung dengan pengembangan organisasi yang baik termasuk sosialisasi olahraga bola tangan sehingga 27 kota dan kabupaten di Jabar pun memiliki kepengurusan. Kedepan pun kita akan lebih banyak menggelar even kejuaraan terutama untuk tingkat sekolah,” tegasnya.
Musoprov ABTI Jabar sendiri diikuti oleh 12 kota/kabupaten yang sudah memiliki kepengurusan cabang ABTI. Ke-12 kepengurusan ABTI tersebut berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Majalengka. (B3)