Target 4 Emas di PON, Tim Angkat Besi Jabar Konsisten Latihan di Masa Pandemi Covid-19

KOTA BEKASI - Tim Angkat Besi Jawa Barat tetap konsisten jalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX /2021 Papua dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Selama masa pandemi ini, pergerakan para atlet untuk keluar dari lokasi latihan dan mess dibatasi. Meski begitu, tak mengendurkan semangat para lifter Jabar untuk fokus meningkatkan kemampuannya.

"Setelah lolos Pra PON, Atlet langsung dipersiapkan danlangsung menggelar Pelatda. Pelatda sendiri sudah mulai dari Januari 2020. Namun dengan kondisi seperti sekarang ini kita juga jadi lebih meningkatkan kewaspadaan pencegahan covid-19. Jadi selama Pelatda kita perketat protokol kesehatan.pergerakan atlet untuk keluar dari mess atau tempat latihan pun tentunya dibatasi dan terus kita pantau,"ungkap Kepala Pelatih Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Jawa Barat, Sodikin di Lokasi Pelatda PON, sasana Pabsi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi,  Senin (15/02/2021).

Sodikin menegaskan, meski berlatih di tengah ancaman pandemi virus corona, hasil dan kemajuan yang dicapai para atlet terus memperlihatkan perkembangan dan tetap dievaluasi.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Barat, Pelatda angkat besi Jabar dihuni delapan atlet andalan yakni Windy Cantika Aisah (49 kg), Sarah (59 kg), Dwi Mayassah Lestari (64 kg), Stabita R. (71 kg), Sukma Apriani (76 kg), M. Hasbi  (81 kg), M. RamadhN  (96 kg) dan Carel Julius (109 kg). 

"Kita siap mengambil bagian dengan memberikan prestasi terbaik bagi Jabar di PON mendatang. Dari persiapan delapan atlet, lima atlet di Kota Bekasi kita tangani langusung. Sedangkan, dua atlet yaitu Windy Cantika Aisah dan Stabita latihan di Pelatnas. Kemudian satu atlet putra, Carel Julius berlatih di Kota Bandung. Karena di tahun 2020 ada hambatan, jadi sekarang kita kembalikan ke program umum tapi di angka 85 persen. Tidak seperti program umum 2020 yang berada di bawah 85 persen,” terangnya. 

Untuk program umum ini, kata Sodikin, akan dilaksanakan sampai pada bulan Maret 2020. Baru pada April mendatang, akan menginjak tahapan triwulan, yaitu tahapan lanjutan berdasarkan dengan hasil tahapan umum yang dijalani di bulan Januari, Februari dan Maret. “Tahapan latihan sendiri ada tahapan umum, Khusus, Pra pertandingan dan pertandingan,” lanjutnya. 

Sementara itu, mengenai target capaian medali di PON XX/2021 nanti di Papua, Sodikin menegaskan bahwa pihaknya diberikan beban sebanyak empat medali emas oleh KONI Jawa Barat. 

“Untuk target yang di sampaikan KONI empat medali emas. Ya syukur-syukur kalau bisa lima. Tapi dengan amunisi yang ada sekarang, empat emas sangat realistis,” katanya menutupkan. *** (P93)



Navigasi