Tim Bola Tangan Jabar Berpotensi Boyong Dua Emas di PON XX Papua

BANDUNG- Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jawa Barat, Alen Rismayadi menyebutkan jika tim bola tangan Tatar Pasundan berpotensi menggondol dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.

Keyakinan Alen tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya melihat statistik para pemain dan juga pesaingnya nanti, tim putra dan putri Jabar berada di atas angin.

“Untuk PON mendatang di Papua nanti kalau bisa puta putri raih emas. Kami kan punya referensi, melihat statistik anak-anak, peta kekuatan lawan, ya kita berpotensi untuk dapat dua emas dari putra dan putri,” tegas Alen di Gedung KONI Jabar, Jl. Pajajaran No.37A Bandung, Senin (22/02/2021).

Meski begitu, Alen menegaskan pihaknya tak ingin jumawa dengan keadaan yang ada saat ini. Pasalnya tim Jabar harus mampu bersaing dengan rival terberatnya dari Kalimantan Timur dan juga DKI Jakarta.

“Hanya saja kita tidak mau jumawa. Target medali satu dulu saja. Satu lagi akan kita upayakan. Karena kan kita juga punya pesaing ada dari Kaltim dan DKI Jakarta,” katanya.

Ia emngatakan, jika melihat daftar pemain yang massuk Tim Nasional sejak tahun 2012 sampai dengan 2019 lalu, atlet Jabar mendominasi dibanding provinsi lain. Hal itu menjadi salah satu poin analisa Pengprov ABTI Jabar.

“Kalau lihat di daftar pemain yang masuk Timnas, kita lebih banyak dibanding para pesaing. Ini sejak 2012 sampai 2019 statistik atlet di Timnas untuk bola tangan, atlet Jabar peringkat pertama yaitu 34% dari Jabar,” terangnya.

Saat ini tim bola tangan Jabar massih berjumlah 16 atlet baik putra maupun putri. Sedangkan pada PON XX/2021 nanti atlet yang akan diberangkatkan ke Papua hasil verifikasi 14 orang putra dan 14 putri. Jadi pihaknya masih menerapkan promosi degradasi.

“Di lapangan itu kan 7 atlet, sekarang ada 16 atlet jadi kita bagi dua sebagai partner games internal. Karena jujur di masa pandemi Covid-19 ini kita sulit cari lawan tanding. Karena semuanya kan serba dibatasi. Tapi ke depan di program latihan inign ada uji tanding dengan yang sepadan,” ujar Alen.

Alen berharp tim bola tangan Jabar bisa menimba ilmu ke negeri Ginseng, Korea Selatan. Apalagi KONI Jabar sudah menjalin kerjasama dengan Gyeongsangbuk-Do.

“Berharap cari lawan sepadan di luar negeri. Sementara referensi di Eropa Timur atau Asia timur. Paling tidak Korea juga bisa. Kebetulan kan KONI sudah ada kerjasama. Ini kesempatan untuk menimba ilmu di sana,” ungkapnya.

Untuk persiapan sendiri, Alen menyebutkan jika tim bola tangan Jabar sudah mulai sentralisasi sejak tahun 2020 lalu. Hanya saja karena pandemi Covid-19 para atlet sempat dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Sentralisasi sudah berjalan kembali di 2021 ini. Sebetulnya dari 2020 kita sudah sentralisasi tapi karena pandemi atlet dipulangkan dan latihan mandiri di daerahnya masing-masing. Berkat dukungan KONI Jabar, kita meminta peralatan untuk prokes, sudah disuplai dari mulai masker, handsenitizer, alat cuci tangan untuk di mess dan kebutuhan prokes lainnya. Sehingga kami masih konsisten sampai sekarang melaksanakan sentralisasi,” tandasnya. *** (P93)


Navigasi