BANDUNG - Tim gulat PON XXI Jawa Barat dipastikan akan "bertapa" selama 45 hari ke Negara "ginseng" Korea Selatan guna melakukan latihan "try-out" sebelum berangkat arena PON XXI Tahun 2024 di Sumut-Aceh.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Barat, Yoko Anggasurya Jumat (3/5/2024).
"Insya Allah jika tidak ada halangan kita rencanakan para atlet akan berangkat ke Korea pada bulan Juli guna menjalani latihan di sana. Mungkin sekitar 45 hari saja atau satu bulan setengah di Korea,"kata Yoko, biasa Ketua Pengprov PGSI yang juga mantan atlet gulat ini dipanggil.
Negara Korea Selatan dinilai cocok untuk para atlet Tanah Pasundan mematangkan persiapan menuju Jabar Hattrick pada PON XXI/2024.
"Pelatih gulat kita dari Korea. Beliau lebih tahu apa yang perlu ditingkatkan untuk atlet kita. Baik fisik stamina, tehnik mau pun mental. Saya pribadi pun setuju ke Korea. Apalagi melihat bagaimana pelatih Korea ini menangani atlet PON Jabar benar-benar serius dan luar biasa. Ngeri-ngeri sedap. Saya juga kaget, para atlet kita dapat menjalankan latihan yang diberikan pelatih Korea itu,"papar Kang Haji Yoko.
Pulang latihan di Korea, sebutnya para atlet akan pulang ke Bandung dan menjalani latihan seperti biasanya.
"Tapi tidak berlama-lama di Bandung. Saya inginnya segera ke Medan, Sumatera Utara. Artinya berangkat lebih awal dan berlatih disana. Selain beradaptasi dengan cuaca kita juga ingin melakukan aklimatisasi disana,"ucap Yoko.
Harapan yang disampaikannya itu, tentunya mesti harus mendapat ijin dari KONI Jabar.
"Itu rencana saya dengan tim gulat. Ini pun kalau mendapat restu dari induk kita yaitu KONI Jabar. Dalam waktu dekat ini, rencana ini akan kami bicarakan dengan KONI Jabar. Mudah-mudahan diijinkan,"harapnya.
Disinggung soal target, Yoko yang juga manejer tim futsal putri PON XXI Jabar ini, menegaskan tetap 5 medali emas.
"Target tetap saya katakan 5 medali emas. Itu harga mati. Saya harus "pede". Untuk target itu, jabatan saya sebagai Ketua Umum Pengprov PGSI Jabar adalah taruhannya. Gagal, saya mundur. Itu komitmen saya,"tegas Yoko. *** (Bang)