BANDUNG - Untuk menghilangkan Kejenuhan, Tim angkat berat Jawa Barat yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Darrah (Pelatda) PON XXI 2024 akan bertolak ke Bali guna melakukan refresing dan latihan bersama tim Angkat berat Bali.
"Hampir setiap detik, menit jam dan hari atlet selalu melihat barbel dan selalu barbel. Jadi untuk menghilangkan kejenuhan, kita rencanakan bawa anak-anak ke Bali. Insya Allah Minggu depan,"kata Sugito,
Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jawa Barat ini menyebutkan selain refresing para atlet juga menjalankan latih tanding di Bali minggu depan selama beberapa hari.
"Menghilangkan kejenuhan atlet yang selama Pelatda hanya melihat barbel terus, tentu hal ini juga kurang baik. Sudah koordinasi dengan Pengprov Pabersi Bali. Jadi ke Bali ya refresing ya juga latihan. Saya sudah koorfinasi dengan PABERSI Bali,"jelas Sugito.
Setelah pulang dari Bali, tim angkat berat masih melakukan serangkaian uji tanding. Namun kata Gito yang didampingi pelatih kepala Usdi Permana, uji tanding hanya dilakukan di dalam Jawa Barat saja. "Ya kita keliling. Mungkin saja ke Kabupaten Garut juga ke beberapa daerah lain,"ucapnya.
Disinggung soal target, dia menyebutkan kalau angkat berat ditargetkan 9 medali emas dari KONI Jawa Barat. Sementara PABERSI Jawa Barat tidak neko-neko hanya menyebutkan 7 medali emas saja.
"Cabor angkat berat juga bertanggungjawab mengantar KONI Hattrick. Insya Allah akan berkontribusi lebih medali emas seperti yang diharapkan KONI. Saya tentunya tidak diam. Mudah-mudahan bisa dapat sesuai yang diharapkan KONI. Mohon doanya,"harap Kang Gito.
Terkait kondisi atlet katanya semua dalam keadaan baik dan sehat. "Semua atlet sehat. Alhamdulillah. Bagaimana gak sehat makan mereka semua dipenuhi KONI. Termasuk Vitamin juga diberikan KONI. Kurang apa lagi,"ungkapnya.
"Sebagai Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jawa Barat juga selaku manejer menyampaikan terimakasih kepada Pak Budiana selaku Ketua Umum KONI Jabar. Begitu perhatian kepada cabang olahraga angkat bera. Terimaksih pak Budiana,"ucap Gito.
Wasit terbaik beberapakali versi PB PABBSI ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bahagia karena tim angkat berat yang tengah disiapkan ke PON XXI Sumut-Aceh, sangat kompak dan penuh rasa kekeluargaan.
"Antara pelatih dan atlet sangat harmonis. Antara atlet dan atlet sangat kompak. Begitu pula antara pelatih dan pelatih. Kekeluargaan dan kekompakan inilah yang menjadi kekuatan kami untuk bertanggungjawab memberikan prestasi terbaik bagi Jawa Barat,"katanya.
"Rasanya kami malu. Jika uang rakyat yang kami dapatkan tidak dibalas dengan prestasi. Tekad itu semua ada dan terpatri dalam sanubari atlet, pelatih, manejer dan semua perangkat pendukung tim angkat berat Jawa Barat,"tegas Gito. *** (Bang)