TUJUH ATLET MASUK PELATNAS, TI JABAR: ADA UNTUNG DAN RUGINYA DALAM PESIAPAN PON

BANDUNG- Sebanyak tujuh atlet taekwondo Jawa Barat menjadi bagian tim pemusatan latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games Vietnam 2021. Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat menilai, ketidakhadiran ketujuh atlet andalan tersebut memberikan pengaruh dalam persiapan tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) Jawa Barat  untuk menghadapi PON XX/2021 Papua.

"Keberadaan mereka di pelatnas menjadi bukti kualitas atlet taekwondo Jabar yang masih unggul. Ada keuntungan untuk Jabar karena kondisi mereka terpelihara dengan kegiatan latihan tim nasional yang pastinya terprogram dengan baik," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi TI Jawa Barat Bayu Frimansyah saat ditemui di sela-sela latihan tim pelatda Taekwondo Jabar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (25/5/2021).

Akan tetapi, Bayu juga mengungkapkan, ketiadaan tujuh atlet di pelatnas memengaruhi sejumlah program persiapan tim pelatda, terutama yang membutuhkan kehadiran langsung para atlet sesuai program TI Jabar.

"Kalau untuk nomor kyorugi atau poomsae perseorangan tidak ada masalah, para atlet pelatnas bisa sejalan programnya dengan Jabar. Kendalanya ada untuk nomor poomsae beregu karena tidak semua atlet poomsae Jabar itu masuk pelatnas, ada yang tetap berlatih di sini, jadi persiapan terpisah. Padahal sinergi sangat penting untuk poomsae beregu, jadi itu ruginya (pemanggilan atlet ke pelatnas) dan harus kita siapkan antisipasinya," ujar Bayu. 

Sebagai informasi, tujuh  atlet jawa Barat lolos Seleknas Pelatnas Sea Games Vietnam 2021 Februari lalu. Ketujuh atlet itu adalah Megawati Tamesti ( Kota Bandung), Nicholas ( Kota Bekasi ), dan Adam Yazid (Depok) untuk nomor kyorugi. Sementara itu, empat atlet poomsae yang masuk pelatnas adalah  Alfi Kusuma ( Kota Bandung ), Dayat (Kab Bogor), Defia Rosmaniar (Kota Bogor), dan Kevita (Kota Bogor). (ABK)***


Navigasi