BANDUNG - Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bidpres) KONI Kota Bandung secara resmi telah merilis jumlah atlet, pelatih, manajer serta mekanik yang menjadi bagian dari Pelatda PON XXI/2024 Jawa Barat.
Dar data yang tercantum di Bidpres per Maret 2024, Kota Bandung tetap menjadi kontributor terbanyak dalam menyumbangkan personilnya bagi Jawa Barat di arena Pekan Olahraga Nasional 2024 di Aceh dan Sumut (PON).
Dari sisi atlet, sebanyak 238 atlet putra dan putri. Atlet putra sebanyak 17 persen (113) dari total atlet Jawa Barat yang dikirimkan ke PON XXI/2024 yakni 643 orang. Sedangkan atlet putri sejumlah 22 persen (125 orang) dari total atlet Jawa Barat sebanyak 546 orang.
Atlet Jawa Barat sendiri yang siap diberangkatkan sebanyak 1189 orang dan secara persentase Kota Bandung menyumbangkan atletnya bagi Jawa Barat mencapai 20,02 persen. Sementara pelatih, tercatat ada 101 orang, mekanik 14 orang.
Secara keseluruhannya, dalam menyumbangkan atletnya ke PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut mencapai 53 persen atlet putri dan 47 persen atlet putra dari 238 orang yang siap mewujudkan Jabar Hattrick.
Selain itu, KONI Kota Bandung juga mencatat beberapa atlet yang mendapat Tunjangan Prestasi (Tupres) dan Latihan Cabor Khusus (Latcabsus). Untuk Tupres tercatat sebanyak 119 atlet dan 50 orang pelatih dari 40 cabang olahraga. Sementara pada Latcabsus sebanyak 326 atlet dan 77 orang pelatih dari 47 cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi menjelaskan, data tersebut kemungkinan saja dapat berubah begitu memasuki akhir Juni bertepatan dengan masa berakhirnya proses entry by name ajang PON XXI/2204.
"Ini semua untuk kepentingan Jabar Hattrick dan alhamdulilah sampai saat ini mereka para atlet masih konsisten dan kita pun tetap ngarojong mereka apalagi ada beberapa atlet yang akan mengikuti berbagai kejuaraan di luar negeri," kata Nuryadi kepada awak media menjelaskan.
Nuryadi menegaskan, kesemua itu merupakan proses pembinaan yang konsisten KONI Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung Jabar Hattrick di PON mendatang. Apa yang telah dilakukan, katanya, merupakan proses pembinaan beberapa tahun ke belakang cukup signifikan penamahannya.
"Ini membuktikan bahwa konsistensi yang dilakukan pembinaan yang berbasis pada proses tetap kita jalankan sehingga kontribusi tetap terjaga. Harapan yang kami lakukan ke depan bahwa di PON Aceh dan Sumut atlet-atlet kita harus bisa berkontribusi positif dengan Raihan medali emas yang banyak dan harus dipertahankan di atas 30 persen. Kami juga akan menyediakan sport medicine bagi atlet -a atlet kita yang kelelahan maupun cedera sehingga bisa maksimal," ujarnya memaparkan lagi. *** (Rief)