HASIL SWAB ANTIGEN NEGATIF, SELURUH ATLET DAN PELATIH DINYATAKAN LAYAK MENGIKUTI CHARACTER BUILDING

BANDUNG – Atlet dan Pelatih Jawa Barat yang tengah bersiap menuju Pekan Olahraga Nasional  (PON) XX di Papua, Oktober mendatang, dalam kondisi sehat.

Pasalnya, sehari setelah menggelar swab antigen yang digelar secara serentak di Basement KONI Jabar, Selasa (25/5), menyatakan tidak ada satu pun atlet Jawa Barat yang terdeteksi positif Covid-19.

Alhasil, sebanyak 347 atlet dari 22 cabor yang menjalani swab antigen layak mengikuti Character Building yang digelar di Dodik Rindam III Siliwangi, Cikole, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Swab antigen itu adalah sebagai persyaratan bagi seluruh atlet sebelum mengikuti program character building. Jadi, seluruh atlet wajib menjalani swab antigen sesuai peraturan kita dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Ketua Satlak Kontingen PON Jawa Barat, Yunyun Yudiana di Gedung KONI Jabar.

Ini merupakan program kali keduanya atlet menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebelumnya, para atlet, pelatih dan tim mekaniknya telah menjalani vaksinasi. Karena itu, Yunyun, memastikan, seluruh atlet dalam kondisi negatif.

“Setelah dua kali memeriksa kesehatan, sebelumnya vaksin, kami ada keyakinan semua negatif. Namun, selama ini kita pun melakukan kontrol setiap bulan hingga menjelang keberangkatan ke Papua dan itu kita lakukan oleh tim kesehatan KONI Jawa Barat,” kata Yunyun.

Character building itu sendiri  digelar KONI Jawa Barat sebagai program tetap setiap menghadapi Pesta Olahraga Nasional Empat Tahunan itu. Namun character building kali ini  digelar sebanyak dua gelombang.

Untuk gelombang pertama digelar dari 25 sampai 29 Mei 2021. Sementara gelombang kedua digelar 1 hingga 5 Juni 2021.  Character building kali ini pun sengaja dilakukan sebanyak dua gelombang sebagai upaya untuk mengurangi penumpukan atau kerumunan.

“Intinya, kita menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini, protokol kesehatan seperti swab  antigen kita lakukan untuk memastikan semua atlet dalam kondisi sehat, lalu perubahan pelaksanaan character building itu sendiri kita laksanakan sebanyak dua gelombang dan jumlahnya 50 persen, 50 persen jadi bergantian,” kata Yunyun di ruang Kominfo KONI Jawa Barat.

Menurut Yunyun, character building dilakukan dalam rangka mewujudkan Jabar Juara. Sebab, katanya, dari yang sudah-sudah, upaya menggelar character building ternyata membuahkan hasil.

“Pengalaman kita di PON 2016 lalu, untuk mewujudkan Jabar Juara harus ada pengokohan, jadi jangan masing-masing, jadi tekad untuk mencapai juara itu harus diusung dan dikokohkan caranya ya melalui character building itu,” ujar Yunyun menambahkan.

Jadi, kata Yunyun, character building adalah salah satu media untuk mewujudkan Jabar Juara. Seluruh atlet pun katanya lagi, akan merasa senang selama menjalani character building.

“Program character building beragam dari fun game hingga motivation religius, ada permainan yang berhubungan dengan alam, meski begitu programnya tetap dalam latihan,” ujarnya menambahkan lagi.

Yunyun menegaskan, program character building pada intinya adalah bagaimana memelihara maindset ‘Jabar Juara’  yang harus ada dalam pikiran atlet Jawa Barat.

Oleh karena itu ujarnya, semua itu harus dibuktikan dengan aksi-aksi mereka saat menjalani character building yang dipandu oleh tim dari Dodik Rindam III Siliwangi. (ANK)


Navigasi