ATLET TINJU JABAR DIJAGA KETAT DEMI TERHINDAR DARI COVID-19

BANDUNG - Pelatih tinju Jawa Barat, Dadan Amanda diam-diam memberikan batasan yang cukup ketat kepada para atletnya yang akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Oktober mendatang.

Pembatasan itu, dikatakan Dadan seperti meminimalisir kegiatan yang dilakukan para atletnya. Alasannya karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. 

"Jadi, dari mulai lebaran ini sampai pelaksanaan PON, itu anak-anak benar-benar dibatasI ruang lingkupnya supaya tidak terlalu bebas bertemu dengan orang luar," kata Dadan di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. 

Tidak hanya itu, Dadan juga membatasi para atletnya apabila berkeinginan ke luar mess. Tujuannya agar terhindar dari paparan Covid-19. "Karena kita tidak tahu virus itu datangnya dari siapa," tuturnya. 

Dadan mengaku masih merasakan kekhawatiran yang tinggi dengan Covid-19 ini. Sebab sebelumnya, peraih medali emas di PON XIX 2016 di lalu ini sempat dinyatakan positif Covid-19. 

"Kita berkaca pada sebelumnya. Ada beberapa yang positif, termasuk saya. Jadi, itu dijadikan pelajaran ke depan supaya lebih berhati-hati sampai PON lah dan seterusnya. Yang terpenting PON dulu. Makannya sampai PON kita betul-betul dijaga," tegasnya. (MGN)


Attachments area


Navigasi