INI KOMITMEN SUJATMIKO SISWANTO DI PON XX PAPUA

BANDUNG - Atlet senior layar Jawa Barat dengan sarat pengalaman Sujatmiko Siswanto masih diperhitungkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua mendatang, dua medali emas dibebankan kepadanya. 

Bukan tanpa alasan, melihat hasil PON 2016 di Jabar, dimana Miko sapaan Sujatmiko mampu meraih dua medali emas di nomor marathon dan tropize. begitu juga pada PON di Papua nanti, Miko kembali diharapkan bisa kembali merebut dua emas untuk Jabar.

"PON kali ini saya kembali ditargetkan untuk merebut medali emas layar dan saya sendiri siap untuk memenuhi target tersebut," ungkap Miko saat ditemui di KONI Jabar, Jln Padjajaran Bandung, Selasa (21/7).

Nama Miko sudah tidak asing lagi di cabang olahraga layar, sejak ikut pertama kali PON dari tahun 1993 hingga PON 2016 di Jabar, Miko selalu meraih medali emas. 

"Saya pertama kali ikut PON pada tahun 1993 dan bisa meraih medali emas. Dari situ awal saya tampil di PON dan hingga di PON di Jabar kemarin juga saya bisa meraih emas. Semoga saja PON nanti saya bisa kembali meraih emas," ungkap suami dari Yayang Tiyati tersebut.

Miko sendiri menyukai olahraga layar ini saat masih duduk di kelas 4 SD, saat salah seorang kakanya selalu bertanding layar di luar negeri. Melihat hal itu, Miko kecil sangat ingin menyamai kakanya. Tidak hanya Miko saja, tapi semua kaka dan adiknya menyukai olahraga layar dan menjadi atlet layar.

"Keluarga saya ada 15 orang hanya adik saya yang bungsu tidak ikut layar, bisa dikatakan keluarga saya keluar layar semua. Bahkan pernah ada kejuaraan di Thailand hampir semua keluarga saya ikut tampil membela Indonesia jadi terasa seperti piknik keluarga," jelasnya.

Pengalaman paling berkesan yang dirasakannya pada saat pertama kali mengikuti kejuaraan internasional membela Indonesia, saat itu Miko masih usia 13 tahun turun di nomor optimist tampil di Jepang, hasilnya Miko bisa berada di peringkat keempat dimana peringkat satu sampai empat dari Jepang.

"Saat pertama kali tampil di Jepang saya langsung pegang air dan ternyata dingin seperti air kulkas, akhirnya saya bilang kepada pelatih dan mendapatkan pakaian wakesurf untuk tampil. Biasanya saya hanya pake pakaian olahraga bukan yang khusus," jelasnya.

Dari sinilah Miko mendapatkan pengalaman dan berlatih terus untuk bisa tampil membela Indonesia disetiap kejuaraan di luar negeri.

"Setelah itu saya jadi lebih sering tampil di luar negeri suka duka sudah saya dapatnya, bahkan saya pernah di Australia berlayar dengan ikan hiu, pernah perahu saya terguling dan liat kiri kanan ada ikan hiu, ya saya cepat-cepat untuk membalikan perahu. Selain ikan hiu yang paling mkenarik lagi berlayar dengan ikan lumba-lumba mengikuti," paparnya.

Miko sendiri memiliki obsesi sendiri di PON mendatang untuk bisa kembali meraih medali emas sesuai ditargetkan oleh KONI Jabar, latihan terus dilakukan setiap akhir pekan di Ancol Jakarta.

"Saya ingin membuktikan kalau saya masih bisa berprestasi, sekarang terus berlatih di Jakarta. Saingan saya di PON nanti akan datang dari atlet Kepulauan Riau dan dari Jatim, insya allah saya bisa meraih emas nanti," pungkasnya. (RRI)


Navigasi