HANIFAN YUDANI KUSUMAH FOKUS RAIH EMAS PON KEDUA

BANDUNG- Telah meraih gelar juara prestisius level internasional hingga medali emas Asian Games 2018 tidak membuat Hanifan Yudani Kusumah kehilangan antusiasme menghadapi PON XX/2021. Atlet kelahiran Bandung, 25 Oktober 1997 itu kini justru hanya fokus mempersiapkan diri untuk kembali meraih medali emas pada pesta olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia itu.

Hanifan mengatakan, PON XX/2021 yang akan digelar di Papua adalah satu-satunya event yang akan dia ikuti dalam waktu dekat. Kebijakan Indonesia yang menurunkan tim junior pada ajang SEA Games 2021 Vietnam, kata Hanifan, membuat para pesilat nomor tanding senior fokus membela daerah masing-masing di arena PON.

"Karena Pelatnas SEA Games bentrok dengan PON, maka untuk SEA Games memang yang turun junior. Para atlet juara Asian Games, tidak turun di SEA Games, fokus ke PON. Kecuali nomor TGR (tunggal ganda regu) masih turun di SEA Games," ujar Hanifan.

Keberhasilan meraih medali emas pada partisipasi pertamanya di PON XIX/2016 membawa Hanifan menjadi salah satu pesilat Nasional yang diperhitungkan. Putra dari pesilat Dani Wisnu (alm) dan Dewi Yanti itu kemudian berhasil menjuarai sejumlah ajang bergengsi hingga meraih medali emas Asian Games 2018.

Hanifan mengakui, meskipun sudah meraih gelar juara level Internasional, PON tetap spesial. Pesilat yang mengecap ilmu bela diri di perguruan silat Tadjimalela itu ingin memeprtahankan prestasi dengan kembali meraih medali emas untuk Jawa Barat di PON XX/2021 Papua.

"Pada PON pertama, alhamdullilah langsung berhasil meraih medali emas. PON kedua buat Hanif ini jangan sampai turun, harus tetap emas," kata atlet yang sudah menekuni pencak silat sejak kelas 2 SD itu.

Dia mengakui, kualitas atlet pencak silat saat ini lebih merata. Namun, kata Hanifan, dirinya sudah mempelajarai karakter-karakter calon lawan yang mungkin akan dihadapi pada PON XX/2021 di Papua.

"Lawan sudah bisa diukur karena ada beberapa pesilat lama juga yang turun di PON. Tantangannya harus terus lebih baik dalam meningkatkan teknik. Itu yang terus saya asah dalam latihan di pelatda PON," ujar Hanifan yang namanya sempat viral karena menyatukan dua rival calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam satu pelukan seusai final pencak silat Asian Games 2018 di Jakarta. (ABK)


Navigasi