TIM KARATE JABAR JAJAL DUA KONTESTAN PON

BANDUNG - Tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) karate Jawa Barat akan melakoni laga uji tanding melawan tim karate Provinsi Lampung dan Sulawesi Utara di GOR Sasakawa, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021) sampai Minggu (27/6/2021). Agenda latihan bersama dan eksebisi dengan dua kontestan PON itu menjadi bagian persiapan tim karate Jabar untuk menghadapi PON XX/2021 di Papua.

"Hari pertama  kita latihan bersama dulu, baru hari kedua melakukan pertandingan uji coba. Lampung dan Sulut adalah pesaing di PON, mereka lawan sepadan. Jadi, ajang ini akan sangat bermanfaat buat tim karate Jawa Barat," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-DO Indonesia (Forki) Jawa Barat, Arif Hardiana saat ditemui di GOR Sasakawa, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (27/6/2021). 

Arif mengatakan, pada ajang tersebut, Sulawesi Utara akan menurunkan 4 atlet, sementara Lampung membawa 24 atlet, termasuk atlet muda anggota PPLP. Jawa Barat, kata Arif, akan menurunkan 30 atlet. Sebanyak 15 atlet adalah anggota tim pelatda untuk PON XX/2021 dan 15 atlet lainnya merupakan para juara Kejurda Karate Forki Jabar yang rampung digelar di Kabupaten Subang akhir pekan lalu. 

"Untuk para juara kejurda yang diikutsertakan, prioritasnya adalah juara U-21 dan  junior untuk beberapa kelas, tidak bisa semua karena kami sesuaikan dengan daya tampung di Sasakawa," ujarnya.

Menurut Arif, pada awalnya agenda uji tanding tersebut akan diikuti oleh lima provinsi selain Jawa Barat. Tim karate Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Bali semula sudah menyatakan kesiapan untuk bertanding di Bandung.

"Memang rencana awalnya adalah PON mini. Namun karena di Jabar ini pandemi sedang kembali naik, mereka membatalkan keberangkatan, padahal sudah beli tiket pesawat. Akhirnya Bali, Jatim, dan Sulawesi Selatan menarik diri, hanya Sulut dan Lampung yang bersedia," tutur Arif.

Dia memastikan, di tengah pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat selama uji coba. Seluruh peserta, pelatih maupun ofisial tim akan terlebih dahulu melakukan tes usap antigen cepat sebelum kejuaraan dimulai maupun sesudahnya.

"Kita tidak boleh menyerah dan terus terpuruk karena pandemi ini, tapi beradaptasi dengan penerapan disiplin melakukan protokol kesehatan 3M, itu wajib," kata Arif. (ABK)


Navigasi