KONI JABAR BERIKAN BONUS PENDIDIKAN UNTUK WINDY CANTIKA AISAH

BANDUNG - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin mengaku sudah mempersiapkan bonus untuk Windy Cantika Aisah. Pasalnya, lifter asal Kabupaten Bandung itu berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo. 

Namun, Ahmad memastikan bonus itu bukan berupa uang tunai. Sebab bonus berupa uang tunai sudah diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan nominal yang sangat besar. 

"Kalau saya bukan masalah bonus ya, karena sesuai surat dengan keputusan Presiden bahwa ada delapan macam pemberian penghargaan penghormatan kepada atlet yang berprestasi mulai dari tingkat dunia Olimpiade, Asian Games, SEA Games maupun PON. Saya sudah dapat kabar yang bersangkutan dapat bonus dari Kemenpora sejumlah uang yang sedemikian besarnya, tapi kami dari KONI Jabar karena melihat konteks yang bersangkutan memiliki karier yang cukup cemerlang di keolahragaan, saya ingin mengimbangi pemberian pendidikan. Akan kita berikan sampai dia maksimal, merengkuh kesarjanaan," ujar Ahmad saat ditemui di Dago Golf, Kota Bandung, Senin (26/7/2021). 

Menurutnya, pendidikan merupakan bonus yang paling tepat untuk Windy Cantika. Sebab lifter yang turun di nomor 49 kilogram putri ini baru memasuki semester dua. 

"Karena yang bersangkutan sekarang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi ekonomi di Bandung, mudah-mudahan tadi sudah saya komunikasi dan benar bahwa siap dan siap mengucapkan Alhamdulillah bersyukur mendapatkan kesempatan diberikan bantuan pendidikan sampai tingkat sarjana S1, S2, S3," tegasnya. 

Ahmad mengatakan bahwa KONI Jabar memiliki kebijakan untuk menyiapkan atlet setelah menggapai prestasi. Yakni memberikan jaminan untuk kelanjutan kehidupannya. 

"Satu-satunya menurut kacamata kami, pembekalan pendidikan lah lebih clear, mengantarkan mereka, apakah akan melaksanakan pengabdian yang lain atau linear dengan kemampuannya. Itu juga sangat tepat, karena selama ini kita memiliki 57 atlet dengan pelatih yang sedang melaksanakan S2 dan sudah lulus itu 22 orang. Mudah-mudahan ke depan mereka memiliki motivasi untuk melanjutkan kehidupan berikutnya," harap Ahmad. (MGN)


Navigasi