PENGPROV TEQBALL JABAR BERHARAP SEGERA DIAKUI KONI

BANDUNG - Pengurus Provinsi (Pengprov) Teqball Jawa Barat berharap cabang olahraga (cabor) yang berasal dari Hungaria tersebut segera diakui menjadi anggota KONI.

Ketua Bidang Litbang Pengprov Inateq Jabar, Salman menjelaskan jika cabor teqball diakui KONI maka pembinaan dan pembibitan atlet di Jawa Barat akan semakin gencar dilakukan.

“Untuk di Indonesia sendiri, teqball sudah diperkenalkan Bapak Erick Tohir saat Asian Games lalu. Resmi berdiri 8 Maret 2020 di bawah kepemimpinan Hellen Sarita Delima dan sampai sekarang sudah memiliki 16 Pengprov termasuk Jabar,” ungkap Salman.

Teqball, lanjut Salman, sudah resmi menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Komi). Targetnya tahun ini bisa menjadi anggota KONI.

“Untuk kepengurusan Jabar sendiri sudah dilantik pada 16 Desember 2020 bertepatan dengan Kejurnas teqball pertama di Jakarta. Pengprov Teqball Jabar diketuai oleh Bapak Syahrir, beliau merupakan anggota DPRD Jabar. Meski terbilang baru alhamdulillah pada Kejurnas pertama itu Jabar bisa meraih dua medali perak dengan persiapan atlet saat itu hanya dua pekan,”ungkapnya.

Hal itu menurutnya menjadi awal yang baik bagi Pengprov Teqball Jabar. Apalagi tiga atlet Jabar langsung masuk Seleknas. Dengan begitu, ia optimistis jika cabor yang rencananya akan manggung pada Olimpiade Paris 2024 ini menjadi anggota KONI maka Pengprov teqball Jabar akan mampu memberikan kontribusi positif bagi KONI Jabar baik pada single event maupun multi event.

“Ini menjadi harapan terbesar kami tahun ini semoga PP Inateq resmi menjadi anggota KONI dan kami pun di sini menjadi anggota KONI Jabar. Saya yakin jika melihat potensi yang ada di Jabar. Kami bisa memberikan yang terbaik di setiap peluang yang ada. Pembinaan bisa lebih tersetruktur dan berjenjang. Apalagi cabor ini terbilang cabor millenial yang sudah dimiliki klub-klub elit sepakbola dunia,” katanya.

Dalam waktu dekat, Pengprov Teqball Jabar akan menggelar Webinar sebagai langkah untuk mensosialisasikan olahraga yang mengkombinasikan cabor sepakbola, sepak takraw dan juga tenis meja ini.


Navigasi