TEQBALL JABAR TARGET JADI ANGGOTA KONI DI TAHUN INI

BANDUNG - Pengurus Provinsi (Pengprov) Teqball Jawa Barat menargetkan untuk menjadi anggota KONI Provinsi Jawa Barat pada tahun 2021. Hal ini seiring dengan diterimanya Teqball sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2021.

Ketua Umum Pengprov Teqball Jabar, H. Syahrir. SE, M.IPol. mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi olahraga yang berasal dari Hunggaria tersebut. Saat ini, Teqball sudah memiliki kepengurusan di 13 kota dan kabupaten di Jabar.

"Sesuai dengan persyaratan dari KONI Jabar, kita harus memiliki kepengurusan cabang minimal di enam kota dan kabupaten. Kita sendiri saat ini sudah ada di 13 kabupaten dan kota," kata Syahrir saat ditemui usai Sosialisasi Cabang Olahraga Teqball kepada Pengcab di Provinsi Jabar secara virtual di Hotel Citarum, Jalan Citarum Kota Bandung, Senin (16/8/2021).

Selain syarat tersebut, lanjut dia, Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin pun membari arahan agar Teqball menggelar tiga kali kejuaraan daerah yang diikuti oleh pengcab kota/kabupaten di Jabar. Termasuk mengikuti pelaksanaan kejuaraan nasional (kejurda) minimal di tiga kali pelaksanaan.

"Jika itu semua bisa terpenuhi, kita bisa menjadi cabang olahraga anggota KONI Jabar. Untuk kejurnas, kita sudah mengikuti beberapa kali pelaksanaan dan untuk kejurda, kita sudah berencana menggelarnya hanya saja ditunda karena kondisi pandemi," kata dia.

Selain itu, Syahrir menuturkan jika Jabar sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul di cabang olahraga permainan yang mengedepankan kemampuan olah bola, konsentrasi, dan akurasi. Bahkan tiga atlet teqball Jabar masuk dalam komposisi tim seleknas.

"Di kejurnas terakhir yang kita ikuti, Jabar menempatkan tim ganda putri dan ganda campuran di babak final meski akhirnya meraih perak. Dispora Jabar pun mendukung bahkan siap memfasilitasi untuk pelaksanaan pelatihan termasuk penggunaan SOR Arcamanik setelah pandemi ini usai," dia menuturkan.

Selain kesiapan dari sisi organisasi dan SDM, Teqball Jabar pun sudah memiliki sarana prasarana. Yakni berupa meja khusus serta bola yang digunakan.

"Kita sudah memiliki dua set perlengkapan latihan dan pertandingan serta akan berkoordinasi dengan PP InaTeq (Indonesia Teqball) terkait sarana prasarana ini. Sosialisasi pun kita terus lakukan, tidak hanya kepada pengcab tapi juga ke sekolah-sekolah," Syahrir menjelaskan.

Dengan diakui sebagai anggota KONI, Syahrir mengatakan jika pembinaan dan pembibitan atlet di Jabar akan lebih gencar dilakukan. Tidak hanya oleh pengurus provinsi, tapi juga pengurus cabang Teqball di kota dan kabupaten.

"Kepengurusan Teqball Jabar sendiri sudah dilantik pada 16 Desember 2020, bersamaan dengan Kejurnas Teqball pertama di Jakarta. Olahraganya sendiri dikenalkan Erick Tohir saat Asian Games 2018 lalu dan kepengurusan pusat berdiri 8 Maret 2020 di bawah kepemimpinan Hellen Sarita Delima serta memiliki 16 pengprov termasuk Jabar," kata dia.

Ketua Bidang Litbang Pengprov Teqball Jabar, Salman menambahkan, dua medali perak yang diraih saat kejurnas menjadi permulaan yang baik bagi perkembangan olahraga Teqball di Jabar. Termasuk tiga atlet Jabar yang masuk dalam seleksi nasional. 

"Teqball sendiri akan dipertandingan pada gelaran Asian Beach Games 2021 di Sanya, Cina, termasuk di Olimpiade Paris 2024. Dengan modal awal yang kita miliki, ini akan menjadi memberikan kontribusi positif bagi KONI Jabar baik pada single event maupun multi event. Jadi harapan kami, di tahun ini, Teqball bisa resmi menjadi anggota KONI, baik di Pusat maupun Jabar," kata Salman.

Teqball merupakan olahraga asal Hunggaria yang mulai digemari anak-anak muda atau milenial. Olahraga ini pertama kali dibuat pada 2014 oleh dua pengemar sepak bola yaitu Gábor Borsányi (mantan pemain sepak bola profesional) dan Viktor Huszár (seorang ilmuwan komputer)

Teqball sendiri merupakan olahraga yang mengombinasinak sepak bola, sepak takraw dan tenis meja. Olahraga ini bisa dimainkan oleh oleh dua pemain yang saling berlawanan atau empat orang pemain dalam satu game.

Olahraga yang memiliki organisasi internasional, International Federation of Teqball (FITEQ) ini menggunakan meja lengkung dengan ukuran 3x1,7 meter dengan titik tertinggi 0,76 m serta net setinggi 14 cm. Sedangkan untuk bola yang digunakan harus terbuat dari kulit atau bahan lain yang sesuai dan memiliki kandung kemih lateks dengan katup butil berukuran 5 dan memiliki tekanan lebih rendah (antara 0,3 dan 0,5 atmosfer) daripada bola sepak biasa.

Lapangan Teqball sendiri berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 12x16 meter dan memiliki ketinggian minimal 7 meter. Teqball dimainkan dengan memantulkan bola ke atas meja dengan menggunakan seluruh anggota tubuh kecuali tangan dengan hitungan 12 poin di setiap set. (ARS)


Navigasi