PENGPROV PRSI JABAR ANDALKAN DATA 2019 HADAPI PON XX PAPUA

BANDUNG - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Barat, Boyke Mulyana terang-terangan hanya mengandalkan data 2019 untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. 

Menurutnya, data 2019 menjadi satu-satunya acuan bagi Pengprov PRSI Jabar. Sebab pada musim 2020 dimulainya pandemi Covid-19 di Indonesia. 

"Tapi kami hanya mengandalkan data prestasi pada 2019. Sebab pada 2020 terjadi pandemi dan 2021 hanya Fadlan yang tampil di Olimpiade, sisanya kejuaraan vakum," ujar Boyke di Ruang Kominfo KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (24/8/2021). 

Untuk renang, Boyke menargetkan delapan medali emas dari 17 atlet yang dipersiapkan. Namun, kedelapan medali emas itu hanya ditargetkan kepada putra. 

"Tapi kita gak mau sesumbar karena kekuatan lawan belum diketahui.  Kita hanya punya data terakhir pada 2019," katanya. 

Sementara untuk open water swimming (OWS), Boyke mengaku tidak memberikan target medali emas kepada para atletnya. Ia hanya berharap para atletnya diberikan kesehatan serta motivasi tinggi untuk berjuang. 

"Di renang artistik, minimal bisa dapat satu medali emas. Sementara di loncat indah, semuanya ada 10 nomor, tapi poin maksimalnya hanya satu medali emas," bebernya.

Sedangkan untuk polo air, Boyke mengatakan peluang medali emas hanya akan didapatkan tim putri. Terbukti, dalam beberapa kejuaraan yang diikuti, tim putri berhasil meraih yang terbaik. 

"Total 40 nomor dipertandingkan dari aquatik. Tapi sekarang kekuatan merata. Ada DKI Jakarta, Jatim, hingga Sumatera Barat," pungkasnya. (MGN)


Navigasi