KEHILANGAN NOMOR ANDALAN, SILAT JABAR TETAP OPTIMISTIS DI PON XX 2021

BANDUNG -  Cabang olahraga (cabor) Pencak Silat sulit untuk menjadi tumpuan seperti PON XIX 2016  lalu di Jawa Barat. Pasalnya, di PON XX  Papua cabor bela diri ini yang satu ini mengalami pemangkasan beberapa nomor dan kelas.

Praktis  Jawa Barat kehilangan beberapa nomor dan kelas andalan. Bola memang ada di tangan tuan rumah Papua sehingga mereka hanya mempertandingkan yang memang ada atletnya.

“Nomor regu putri tidak dipertandingan untuk TGR, meskipun kita sudah mengusulkan tetapi panitia tetap tidak bisa karena tuan rumah tak punya atletnya,” kata Manajer Tim Pelatda PON XX cabor Pencak Silat Jawa Barat, Mulyana kepada awak media di Ruang Kominfo KONI Jabar, Selasa 24 Agustus 2021.

Padahal kata Mulyana, Pencak Silat Jaw Barat kerap menjadi tumpuan dalam pendulangan medali emas, perak maupun perunggu dalam setiap kali PON dari tahun ke tahun.

“Pencak Silat menjadi bagian tumpuan kontingen Jawa Barat dalam setiap PON untuk memperoleh medali sebanyak mungkin. Ketika jadi tuan rumah kita meraih sampai tujuh medali emas ini sejarah karena sebelumnya hanya sampai lima emas,” kata Mulyana menambahkan.

Kendati demikian, Mulyana menegaskan, Jawa Barat tetap tidak akan menyerah sebelum bertanding. Situasi dan kondisi di PON kali ini katanya  memang sangatlah  berbeda.

“Ini hanya ketidak beruntungan saja buat Jawa Barat. Padahal kalau tiga nomor TGR putrid dipertandingkan kita sudah sangat siap dengan atlet-atlet pelatnas yang pernah tampil di Asian Games, kita berharap dengan kelas putra yang masih lengkap dengan komposisi yang sama saat tampil di PON XIX 2016 lalu,” ujar Mulyana menegaskan.

Yang pasti kata Mulyana lagi, tim Pencak Silat Jawa Barat bisa memaksimalkan dengan nomor dan kelas tunggal putra.

“Harapan kami lagi adalah atlet yang sama bisa meraih target yang kita harapkan dan utamanya ada debutan baru,” katanya menegaskan lagi.

Menurutnya, tim Pencak Silat jauh-jauh hari telah mempersiapkan para atlet dan tim sebelum bertolak menuju Papua. Bahkan, ujarnya, persiapan cabor yang satu ini dilakukan seefisien mungkin.

“Hanya saja, Pelatda yang kita lakukan terkendala PPKM terutama yang pertama. Disitu kita jadi terhambat untuk melaksanakan try out maupun try in. Banyak program tidak berjalan mulus misalnya rencana ke Bali akhirnya batal,” jelasnya.

Apapun situasi dan kondisi yang dihadapi dalam menghadapi PON kali ini, tim Pencak Silat Jawa Barat tetap memaksimalkan target juara umum sesuai jumlah emas di PON XX Papua yang siap digelar 2 Oktober 2021, mendatang.

“Kami optimistis, Jabar bisa memaksimalan itu,” kata pria yang akrab disapa Mul ini menandaskan. (ANK)


Navigasi