TIM BOLA BASKET PUTRI JABAR ANTISIPASI CUACA DI PON XX

CIANJUR - Tim bola basket 5x5 putri Jawa Barat mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem di Papua sebagai lokasi gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20. Persiapan tim pun sudah dijalani dengan menggelar pemusatan latihan atau training center di Cianjur.

Pelatih tim bola basket 5x5 putri PON XX Jawa Barat, Bayu Ginandjar mengatakan, dalam siswa waktu sekitar 40 hari, uji tanding menjadi persiapan akhir sebelum berangkat ke lokasi pertandingan PON XX di Timika, Papua. Satu kali uji tanding terakhir akan dijalani Husna Aulia Latifah dkk pada akhir Agustus 2021 ini.

"Sebelumnya kita sudah menggelar uji coba sebanyak tiga kali, terakhir menghadapi DKI Jakarta pada Rabu (25/8/2021) kemarin. Tinggal satu uji coba lagi menghadapi Jateng pada 30 Agustus," kata Bayu saat ditemui usai latihan tim di GOR BCNY, Jalan Arif Rahman Hakim, Solokpandan, Cianjur, Kamis (26/8/2021).

Dari pelaksanaan tiga kali uji tanding, Bayu menilai jika kemampuan Husna dkk memperlihatkan peningkatan. Di pelaksanaan uji tanding terakhir, pihaknya melihat bagaimana anak asuhnya bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca yang panas.

"Uji coba kemarin melawan DKI Jakarta itu dilaksanakan pada tengah hari. Ini kita lakukan untuk melihat kondisi anak-anak, bagaimana mereka beradaptasi dengan cuaca panas seperti yang akan dihadapi mereka di Papua," Bayu menuturkan.

Bayu menambahkan, kondisi cuaca yang panas di lokasi pertandingan PON XX di Timika, Papua, menjadi perhatian khusus pihaknya. Untuk itu, dia bersama tim pelatih terus berupaya membiasakan para atlet bola basket putri Jabar dengan kondisi cuaca yang panas.

"Kalau berdasarkan informasi yang kami terima, kondisi cuaca di sana (Papua) itu antara 33 sampai 38 derajat celcius dan itu cukup panas. Untuk itu, kita biasakan atlet dengan cuaca panas sekaligus menjaga kebugaran dan daya tahan mereka. Apalagi saat ini pandemi belum sepenuhnya usai," kata Bayu.

Hal senada diungkapkan salah seorang atlet, Husna Aulia Latifah. Kondisi cuaca yang cukup panas di Timika, Papua, bisa menjadi kendala jika tidak diantisipasi sejak saat ini.

"Kita kan TC di Cianjur yang cuacanya cukup dingin dan sejuk. Untuk mengantisipasinya, kita ubah jadwal latihan menjadi siang sehingga terbiasa dengan cuaca panas. Siap atau tidak siap, ya kita harus siap," kata Husna.

Atlet penghuni timnas bola basket Indonesia yang memiliki tinggi badan 183 cm ini pun mewaspadai kondisi non-teknis lain di Bumi Cendrawasih. Mulai dari venue, penginapan hingga permasalahan transportasi.

"Kita kan tidak tahu seperti apa kondisi di Papua sebenarnya. Yang kita tahu kan cuma sebatas berita saja," kata atlet kelahiran Kabupaten Bogor, 5 Januari 2000 ini.

Terkait persiapan, Husna mengaku jika dia dan rekan-rekannya sudah sangat siap. Dia pun tidak menganggap enteng semua calon lawan di PON XX.

"Bagi saya dan temen-temen, semua provinsi memiliki kualitas dan potensi yang merata. Semua punya peluang dan saya bersama teman-teman sudah bertekad ingin meraih medali emas di Papua," kata dia.

Seperti diketahui, tim bola basket putri Jabar selalu gagal mempersembahkan medali emas dalam tiga kali pelaksanaan PON terakhir. Yakni di tahun 2008, 2021, serta 2016. (ARS)


Navigasi