AEROMODELLING JABAR DIHANTUI LANDASAN BERAWA DI PON PAPUA

BANDUNG – Tim Aeromodeling Jawa Barat was-was  dengan kondisi landasan pacu saat tampil di ajang PON XX Papua. Masalahnya, Landasan Pacu atau venue untuk lomba Aeromodeling dinilai kuranG refresentatif.

Bereda dengan  kondisi PON XIX/2016 dimana venue untuk lomba aeromodeling memang menggunakan Landasan Udara Kalijati Subang. Tetapi, di PON XX Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura, cabor aeromodeling hanya menggunakan lahan yang disulap layaknya laandasan.

“Setelah kami survey ternyata itu lahan kosong biasa yang dimodifikasi untuk lomba, namun kondisi disekitarnya berupa rawa – rawa sehingga dikhawatirkan jika pesawat yang kita yang  gunakan  mendarat disitu dan terlambat masuk kembali ke arena untuk kita gunakan lagi,” kata David Johari, pelatih kontingen Aeromodeling kepada media di Ruang Kominfo KONI Jawa Barat, Senin (30/08/2021).

Menurut David, situasi tersebut cukup beresiko sehingga tim aeromedeling tersebut harus menyiapkan dua sampai tiga pesawat yang sama sebagai cadangan apabila pesawat yang tersesat dan mendarat di rawa tidak kunjung ditemukan.

“Kami berterima kasih, untungnya KONi Jabar dapat memenuhi peralatan yang kami butuhkan sehingga kita memiliki pesawat cadangan untuk mengantisipasi jika hal itu terjadi di sana,” ujar David menambahkan.

Kontingen aeromodeling berpeluang besar mendulung medali emas di ajang multievent empat tahunan tersebut. Keempat medali emas itu diproyeksikan diraih dari jenis F3R, F3J, F1A dan F2C.

Sementara para jagoan udara di cabang olahraga ini adalah Rama Tulong dan  peraih medali emas PON 2016, M Andri, Dhimas Ardiansyah,. Belum lagi kata David, tim Jabar akan diperkuat oleh atlet muda  berpotensi seperti, Jajang Nur Jaman, Meygawan Sumantri yang pada PON XIX 2016 meraih medali perak.

“Kita berharap penampilan tim Aeromodeling Jabar lebih baik dari PON XIX 2016. Kita bertekad menyalip Jatim sebagai juara umum PON 2016, kita punya andalan di nomor F3J dan bisa mempertahankan gelar yang pernah  diraih,” kata David menuturkan.

Tetapi ujarnya, Jawa Barat juga tetap mewaspadai tiga pesaing berat seperti DKI, Jatim dan Banten. Terutama tuan rumah Papua yang banyak merekrut atlet muda dan berpotens dari daerah lain.

“Kita bersyukur selama berlatih di Landasan Udara Sulaiman, kondisi atlet mengalami perkembangan yang positif.Selama Covid-19 memang tidak ada kejuaraan, solusinya kita berusaha untuk menjad tim terbaik disampuing mengundang daerah lain untuk berlatih bersama,” kata David memungkasi. (ANK)


Navigasi