TENIS LAPANG JABAR HANYA TARGET PERAK DAN PERUNGGU DI PON, KENAPA?

BANDUNG – Tim tenis lapangan Jawa Barat menjadi cabang olahraga lain dari cabang olahraga lainnya. Jika cabang olahraga lain mutlak mematok medali emas, tapi tenis lapangan Jawa Barat cukup dengan memperoleh perak dan perunggu di ajang PON Papua Oktober, mendatang.

Kesulitan menentukan atlet menjadi kendala bagi Pengprov Pelti Jawa Barat. Karena itulah, Pengprov Pelti Jawa Barat hanya mematok dua medali perak dan satu perunggu di PON XX Papua nanti.

“Kepengurusan Pelti Jawa Barat  semua baru, tidak ada satu pengurus lama yang tersisa. Karena itu kepengurusan baru kami dari nol dan hanya diwarisi segudang permasalahan, kita mencoba untuk maksimal pada PON nanti dan tidak muluk – muluk dalam menargetkan medali,” ujar Didi Sunadi asisten pelatih cabang olahraga tenis ketika memaparkan persiapannya kepada media di Ruang Kominfo KONI Jawa Barat, Kamis (2/09/2021).

Menurut Didi, tim tenis Jawa Barat akan diperkuat oleh petenis-petenis muda potensial. Mereka adalah hasil rekrutan dari seluruh Pengcab yang ada sejak Februari 2020 lalu.

“Sambil kita terus melakukan perekrutan karena memang ada beberapa petenis yang berada di luar negeri yang tidak masuk ke Indonesia. Mereka ada yang di Singapura, Amerika. Tetapi kita akan memaksimalkan atlet yang ada dan berharap target kita untuk nanti bisa terpenuhi,” kata Didi menambahkan. 

Tenis lapangan Jawa Barat akhir-akhir ini memang sedang menurun. Sejak PON Sumsel 2004 lalu, prestasi tenis Jawa Barat tak lagi bersinar sejak ditinggal nama besar Angelique Wijaya, Liza Andriyani, Dea Sumantri  di bagian putri dan Suwandi serta Sulistiyo Wibowo di bagian putra.

Sejak itulah dari PON ke PON tak lagi ada pendulangan medali emas untuk cabang olahraga yang satu ini.

“Karena itu, PON untuk tahun ini menjadi parameter di kepengurusan Pelti Jawa Barat untuk masa yang akan datang. Apapun prestasi tenis Jawa Barat pada PON nanti  akan menjadi bahan evaluasi dan akan mengembangkan prestasi melalui beberapa program  lainnya,” ujar Didi menegaskan.

Menurut Didi, sejauh ini persiapan atlet tenis Jawa Barat yang disiapkan tampil di PON XX Papua nanti berlatih di Glora Bung Karno Jakarta. Hal ini dilakukan karena secara proses aklimatisasi cuaca Jakarta sangat pas agar para atlet menjadi terbiasa bermain di suhu udara yang panas.

“Udara Jakarta dengan Papua tidak jauh berbeda, karena itu semua atlet kami di TC kan disana, sampai saat ini kondisinya bagus dan stabil Mereka berlatih dengan nyaman karena lapangan tenis di Jakarta tidak kesulitan, setiap hari latihan pagi dan sore kecuali Sabtu dan Minggu hanya sekali sore,” kata Didi mengungkapkan.

 Didi pun mewaspdai Jawa Timur yang sedang berkembang di cabang olahraga tenis. Parameternya kata dia, adalah dari PNP ada di pihak Jawa Timur.

“Tapi kami berharap perolehan medali yang kami targetkan dari beregu putri dan campuran bisa kita penuhi,”ujarnya menambahkan. (ANK)


Navigasi