KONTINGEN PON XX JABAR DIKUKUHKAN DAN DILEPAS

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi mengukuhkan dan melepas kontingen PON XX Jabar berbarengan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 tahun 2021 tingkat Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (9/9/2021). Total, kontingen PON XX Jabar berjumlah 1239 orang yang terdiri dari 770 atlet, 394 manager dan ofisial, serta 75 orang pendukung.

Pengukuhan dan pelepasan kontingen PON XX Jabar dimulai dengan pemakaian jaket kontingen kepada Chief de Mission (CDM, Komandan Kontingen) Setiawan Wangsaatmaja, perwakilan pelatih Maria Soh Liem (Kempo) serta perwakilan atlet Hanifan Yudani K (Pencak Silat) dan Wilda S. Nurfadhila (Bola Voli Indoor) oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka Jawa Barat kepada Komandan Kontingen PON XX Jabar, Setiawan Wangsaatmaja.

Di awal sambutan, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil menyampaikan cerita tentang gajah tua yang menjadi 'kunci' kemenangan sebuah kerajaan dalam peperangan. Dalam suatu waktu, gajah tua tersebut terperosok di dalam kubangan lumpur dan berhasil lolos usai mendengar tiupan terompet perang meski sebelumnya sudah dicoba untuk dikeluarkan oleh prajurit kerajaan.

"Jadi pada saat bertanding di babak penyisihan hingga final dan mengalami kekalahan, ingat cerita gajah tua itu. Karena kondisi fisik yang sudah lemah itu bisa dibangkitkan dengan semangat yang berasal dari motivasi diri sendiri," kata Emil.

Emil pun berpesan kepada seluruh kontingen untuk tetap menjaga protokol kesehatan karena PON XX digelar masih di masa pandemi Covid-19. Jangan sampai ada kejadian atlet yang gagal bertanding karena terpapar positif Covid-19.

"Jangan sia-siakan persiapan yang sudah dilakukan atlet oleh nafsu dan hal receh-receh karena tidak menjalankan prokes dengan baik," kata dia.

Berdasarkan perhitungan secara ilmiah, lanjut Emil, Jabar yang bertanding di 37 cabang olahraga pada PON XX/2021 di Papua bisa kembali menjadi juara umum. Dengan catatan, bisa meraih setidaknya 23 persen medali emas atau 164 medali emas dari total 681 nomor yang dipertandingkan.

"Untuk itu, diperlukan strategi-strategi baik umum maupun khusus. Tapi saya ingatkan, kita harus menang dengan cara-cara terhormat karena pertandingan olahraga itu adalah sebuah perlombaan sportivitas. Dengan itu, visi Jabar Juara Lahir Batin bisa tercapai terlebih di Olimpiade maupun Paralimpiade di Tokyo kemarin pun kita bisa berprestasi," Emil menuturkan.

Emil pun meminta kontingen PON XX Jawa Barat tetap menunjukkan perilaku yang ramah khas warga Jabar. Dengan demikian, selain meraih prestasi, kontingen Jabar memiliki tempat tersendiri dan meninggalkan kesan positif bagi warga Papua.

"Kita punya slogan, Jabar Sahabat Papua dan buktikan itu dengan sikap someah. Semua anggota kontingen harus menjadi duta besar kampanye senyum, kita ini Siliwangi yakni siling asan, asuh dan asih," Emil menambahkan.

Para atlet yang akan berjuang di PON XX, lanjut dia, harus benar-benar memperlihatkan keseharian yang bisa menjadi contoh dan menginspirasi. Termasuk dalam melakukan posting di media sosial.

"Atlet itu sudah menjadi idola dan pahlawan bagi generasi sekarang. Jadi selain prestasi, keseharian hingga posting di medsos pun harus menginspirasi. Saya ucapkan selamat berjuang di PON XX dan kembali meraih juara umum. Gunung Malabar Gunung Burangrang, Kontingen Jabar Semangatlah Berjuang. Teh Desi membeli bakmie hujan gerimis di kota bekasi, walau kondisi masih pandemi harus tetap optimis meraih prestasi," kata Emil.

Pada saat yang bersamaan, diberikan juga hadiah bagi atlet-atlet yang sudah tampil dan berprestasi di ajang Olimpiade Tokyo 2020 dari KONI Jabar. Hadian berupa sepeda itu diberikan Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin yang disaksikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil serta tamu undangan lainnya. (ARS)


Navigasi