Tim Pelatda Dayung Jabar Dikarantina di Cipule Karawang

BANDUNG- Semakin merebaknya pandemi Corona Virus Diseasse (Covid-19) membuat cabang olahraga (Cabor) di Jawa Barat memulangkan para atletnya untuk berlatih mandiri di rumahnya masing-masing dengan tetap mendapatkan pengawasan dari tim pelatih. 

Namun berbeda dengan cabor dayung. Seluruh atlet Pelatda dayung Jabar tetap melaksanakan pemusatan latihan di Cipule, Kabupaten Karawang. Mereka di karantina dengan aturan yang telah disepakati bersama. 

Menurut Pelatih Dayung Jabar, Dian Kurniawan, selama masa karantina para atlet tidak boleh keluar area Situ Cipule kecuali ada keperluan mendesak yang memang tidak bisa ditinggalkan.

Di luar jam latihan, para atlet diwajibkan memakai masker. Hal tersebut juga sesuai dengan surat edaran dari KONI Jabar nomor: 0349/0.4/III/2020 tentang Perpanjangan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi CoronaVirus Desiase (Covid-19). 

“Selain itu mereka wajib untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan menjaga kesehatan, menjaga kebugaran dengan tetap aktif, menjaga kebersihan serta menghindari kegiatan di tempat umum. Pengurus juga sudah menyediakan sarana mencuci tangan disekitar latihan dan mess,” kata Dian melalui telpon selularnya, Minggu (03/05/2020). 

Dian mengaku, selama pandemi covid-19, pihaknya tidak menaikan intensitas latihan para atlet. Untuk menjaga imunitas tubuh para atlet, tim pelatih justru menurunkan volume latihan supaya para atlet tidak cepat kelelahan. 

Sebelumnya, untuk memastikan kesehatan para atlet, pelatih dan tenaga lainnya di Cipule, KONI Jabar jemput bola mendatangi mess atlet untuk melakukan penyemprotan disinfectant. Bahkan yang paling penting, KONI Jabar mengirimkan tim medis untuk memeriksa 79 atlet, 10 pelatih dan 10 tukang masak yang berada di sana. Seluruh kegiatan pemusatan latihan dayung tersebut dipantau oleh tim kesehatan setempat dalam hal ini tenaga medis dari Kabupaten Karawang dan juga tim keamanan dari Polsek Ciampel Kabupaten Karawang. 

Atlet kayak putri Jabar, Selvianti Devi Hidayat mengatakan, selama masa karantina ia dan tim pelatda dayung lainnya tetap menjalankan puasa dengan lancar. Proses latihan pun diakuinya tanpa kendala. Hanya saja, rasa rindu terhadap keluarganya di Pangalengan kerap ia rasakan. Pasalnya, selama ini ia rutin pulang selama satu minggu sekali. Namun dengan kondisi seperti saat ini ia mau tidak mau harus melakukan kewajibannya sebagai atlet. 

“Alhamdulillah puasa lancar, latihan juga tidak ada kendala. Sama keluarga tetap berkomunikasi melalui video call. Kangen sih, karena kan biasanya satu minggu sekali pulang. Tapi sekarang tidak bisa, harus karantina,’tegas Selvi, peraih medali emas nomor kayak 4 putri di BK PON XX. 

Menurutnya, rekan satu timnya di mess dayung Cipule menjadi keluarga kedua baginya. Sehingga tidak ada alasan bagi Selvi untuk tidak semangat berlatih demi Jabar. Ia pun memilih untuk tetap menjalani pemusatan latihan guna mempersiapkan diri menghadapi perhelatan akbar PON XX/2021 di Papua. 

“Kalau di rumah memang sih ruang lingkup terbatas, pasti ada rasa jenuh juga untuk latihan karena sendiri. Tapi karena di sini bareng tim jadi ya semangat latihannya juga menggebu. Di sini juga prosedur kesehatan diperhatikan. Kalau pulang ya khawatir juga sebenarnya,” pungkasnya. *** (P93)


Navigasi