Wed. Apr 8th, 2020

Jawa Barat mampu menjadi unggulan dalam beladiri pada pertandingan Asian Games

1 min read

Menjadi seorang juara di ajang Asian Games 2018 tidaklah semudah yang dibayangkan. Selain harus memiliki tekad yang kuat, seorang juara pun harus berlatih keras dan jatuh bangun di berbagai kejuaraan.

Hanif memaparkan, setelah menempa latihan cukup panjang dan keras, dia mulai mengikuti pertandingan di berbagai ajang kejuaraan pencak silat. Medali pertamanya dia raih di ajang Tadjimalela Cup 2011 silam dengan raihan medali perak.

Sedangkan keikut sertaannya di Asian Games 2018 diawali ketika dirinya sukses meraih prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2015 di Makasar yang berlanjut ke Pekan Olahraga Nasional (Popnas) 2016 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2017.

prestasinya menjadi motivasi, khususnya bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Tak lupa, Hanif pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia. “Bersatu demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. ”

Hanif mengaku, prestasi yang berhasil diraihnya tak lepas dari peran kedua orang tuanya. Bahkan, Hanif menyebut, pencak silat sudah mendarah daging dalam hidupnya. Hanif pun akan terus berlatih demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sementara itu, Sang Ayah Dani Wisnu mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih putra bungsunya itu. Senada dengan Hanif, Dani pun mengatakan bahwa prestasi yang diraih Hanif tak semudah membalikkan telapak tangan. 

Di balik rasa bangganya itu, Dani berpesan agar Hanif tetap berjuang keras untuk menggapai prestasi demi prestasi di ajang kejuaraan pencak silat. Tidak hanya itu, Dani berpesan agar Hanif selalu bersikap low profile atas prestasi yang telah diraihnya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *