Sat. Aug 8th, 2020

Pengprov FORKI Jabar Resmi Dilantik, PB FORKI: Jabar Salah Satu Yang Disegani di Indonesia

2 min read

Bandung- Setelah menunggu selama satu tahun, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat masa bakti 2019-2023 di bawah pimpinan Gianto Hartono akhirnya dilantik.

Pengprov FORKI Jabar secara resmi dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB FORKI, Raja Sapta Ervian pada Selasa (18/02/2020) di Ballroom El Cavana Hotel, Jalan Pasir Kaliki Kota Bandung.

Sekjen PB FORKI, Raja Sapta Ervian berharap setiap daerah bisa mengoptimalkan setiap potensi dalam meraih prestasi. Meskipun beda daerah berbeda juga kemampuan anggarannya. Tapi saat ini menurutnya, berbicara potensi, Jabar merupakan salah satu FORKI Provinsi yang paling disegani di Indonesia karena memiliki potensi yang luar biasa.

“Di sini kita harap walaupun ada daerah yang belum optimal tapi bisa berprestasi. Karena banyak juga atlet-atlet yang membawa harum nama Indonesia di kancah internasional berasa bukan dari Kota Besar. Hari ini bicara Jabar kita tahu FORKI Jabar merupakan salah satu yang paling disegani di Indonesia. Tinggal persiapan Jabar nanti seperti apa,” tegas Ervian.

Ketua Umum Pengprov FORKI Jabar, Gianto Hartono menegaskan, kepengurusan FORKI Jabar masa bakti 2019-2023 dihadapkan kepada tugas berat yaitu mempertahankan gelarr juara umum pada PON XX/2020 di Papua.

“Bisa dibilang ini awal dari pada kepengurusan FORKI Jabar untuk mulai bergerak Bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi PON Papua tahun 2020. Salah satu tugas wajib ketua umum beserta jajarannya adalah mempersiapkan itu,’ kata Gianto usai dilantik.

Menurutnya, ada tiga fase yang akan dilakukan FORKI Jabar emnjelang PON XX/2020 nanti. Saat ini ia mengaku masih berada di fase pertama yaitu menggembleng skill dan fisik para atlet. Baru kemudian fase berikutnya adalah try out dan try in.

“Semua event pertandingan kita ikuti. Tapi tahun ini lebih konsentrasi kepada tiga fase. Saat ini masih fase pertama yang kita jalani. Yaitu mengasah skill, fisik atlet. Tidak ada pertandingan. Tiga bulan berikutnya mulai kita ikut pertandingan-pertandingan. Kita lakukan try out atau try in, dan fase terakhir yaitu bagaimana atlet mencapai peak ferpormancenya,” pungkasnya. *** (P93)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *