KARENA PANDEMI, SENTRALISASI DI KOREA MASIH JADI TEKA-TEKI

BANDUNG - Tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) taekwondo Jawa Barat  masih menunggu kepastian pelaksanaan sentralisasi di Korea Selatan untuk menghadapi PON XX/2021 Papua.

Pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum kunjung selesai membuat sentralisasi di Negeri Ginseng masih menjadi teka-teki. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Bayu Frimansyah mengatakan, secara prinsip Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do di Korea Selatan sudah mengizinkan tim taekwondo Jabar untuk melakukan sentralisasi dan uji tanding di sana, seperti yang dilakukan saat persiapan PON XIX/2016.

"Secara prinsip Provinsinya sudah mengizinkan. Masalahnya, belum ada kota- kota yang bersedia untuk menjadi tempat sentralisasi. Soalnya kasus Covid-19 di kota-kota di sana rata-rata sudah nol, jadi ada kekhawatiran menerima orang asing, apalagi di Indonesia masih pandemi," ujar Bayu di Gedung KONI Jawa Barat, Senin (7/6/2021). 

Menurut Bayu, KONI Jawa Barat harus lebih dulu mencari kota yang memang mau memberikan izin untuk dijadikan tempat sentralisasi tim Pelatda PON. "Biasanya sentralisasi dilakukan di Kota Yeongcheon. Tapi di sana kasus Covid-19 sudah 0 persen," ujar Bayu.

Apabila tidak ada aral melintang, kata Bayu, sentralisasi di Korea Selatan akan dimulai 8 Juli 2021. "Itu juga kalau ada kota yang bersedia menjadi tempat kita sentralisasi. Kalau tidak ada, ya harus mencari alternatif lain agar sentralisasi dan uji coba tetap bisa dilakukan untuk menguji hasil latihan atlet," ujar Bayu. (ABK)


Navigasi