Tim Poomsae Jabar Target Sapu Bersih di PON Papua

BANDUNG- Tim Taekwondo Jawa Barat untuk nomor poomsae menargetkan sapu bersih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.

Pelatih poomsae Jabar, Mukhlis Ba Alwi mengatakan, pada ajang multi event tingkat Nasional nanti pihaknya ditarget oleh KONI Jabar minimal dua medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan .

“Tim taekondo Jabar optimistis menyongsong PON ke depan. Target untuk poomase dari empat medali yang diperebutkan, KONI Jabar menargetkan minimal setengahnya kita ambil. Tapi untuk target pribadi sih saya ingin sapu bersih seperti pada PON sebelumnya,” tegas Muklis, di sekretariat Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, Jl. Pajajaran, Bandung, Jum’at (05/02/2021).

Meski begitu, ia tak menampik jika untuk nomor poomsae, subjektivitasnya cukup tinggi. Oleh karena itu ia menekankan kepada para atletnya untuk berusaha yang terbaik. “Kita tahu di poomsae itu subjektivitasnya cukup tinggi. Kemudian posisi di Pelatnas itu menentukan. Sehingga akan mudah mencapai target,”jelasnya.

Dari enam orang atlet poomsae JAbar yang mengikuti seleksi nasional (Seleknas) empat diantaranya mendapatkan tiket masuk Timnas Indonesia. Mereka yaitu Alfi Kusuma, Syarif Hidayatullah, Defia Rosmaniar dan Kevita Deliza Rizkia.

Menurut Mukhlis, persiapan tim poomsae Jabar secara persentase sudah memasuki 60%. Seharusnya Okotber 2020 lalu kondisi atlet sudah sampai puncak. Hanya saja pelaksanaan PON XX di Papua mengalami kemunduran jadwal menjadi tahun 2021. Tapi qodarulloh ada pandemi Covid-19, sehingga PON diundur dan persiapan pun sedikit terganggu. Akhirnya pelatih harus menyesuaikan program untuk kembali mencapai target peak performance di sana,” ujar Mukhlis.

Saat ini tim pommsae Jabar dihuni oleh delapan atlet yang berhasil melewati seleksi ketat masuk tim Pelatda Jabar untuk PON XX/2021. “Jabar ini bisa dibilang barometer poomsae Nasional. Sehingga di sini saya bertanggung jawab. Atlet yang masuk tim Pelatda merupakan hasil dari seleksi ketat, tidak ada titipan-titipan,” tegasnya.

Meski kedelapan atlet poomsae Jabar sudah masuk dalam tim Pelatda, namun penentuan spesialisasi nomor yang akan diikuti belum ditentukan oleh tim pelatih. Saat ini mereka berlatih bersama. “Untuk spesialisasi nomor pertandingan, belum kita tentukan. Atlet masih latihan bersama. Akan kita tentukan sekitar dua bulan mendekati hari H pelaksanaan PON,” katanya.

Untuk mengusir kejenuhan pada atlet, di luar jam latihan pelatih sering mengajak para atlet untuk gowe bareng atau bahkan main futsal. “Tidak ada Covid-19 saja kejenuhan pasti ada. Apalagi ada Covid-19 ini, pergerakan mereka dibatasi. Mereka suda berpengalaman, tahu harus melakukan apa di luar jam latihan. Kita sering berkomunikasi, sesekali kita gowes bareng meskipun alatnya sementara ini sewa. Mudah-mudahan ada fasilitas dari KONI Jabar. Terkadang kita juga futsal. Kita akalin kalau mereka jenuh. Tapi kembali ke niat bahwa kita ada di sini untuk apa. Insya Allah haislnya pun nanti yang terbaik,” tandasnya. *** (P93)


Navigasi