SETELAH dibentuknya KORI Indonesia dapat mengirimkan atlet-atlet ke Olimpiade XIV di London. Akan tetapi, seluruh atlet yang tampil menemui kegagalan karena kalah bersaing. Namun, hal tersebut cukup dimaklumi mengingat kala itu Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka.
Lantas dalam situasi yang masih diliputi kekecewaan atas kekalahan atlet -atlet Indonesia maka diputuskanlah untuk menyelenggarakan sebuah even yang Bernama Pekan Olahraga Nasional (PON). Keputusan tersebut dibuat pada tanggal 1 Mei 1948 di Surakarta.
PON I akhirnya diputuskan untuk diselenggarakan medio Agustus - September. Bertepatan dengan Kongres Olahraga maka diputuskan penyelenggaraan PON 1 tersebut pada 8 - 12 September 1948 di Surakarta.
Meski begitu, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai masalah yang cukup serius. Terutama dalam pengambilan keputusan penyelenggaraan PON I yang relatif singkat sehingga dalam pelaksanaan yang pertama kalinya itu kesulitan pun tak dapat dihindari.
Dalam situasi dan kondisi yang tak memungkinkan di kala itu maka PON I hanya diikuti oleh daerah yang ada di pulau Jawa seperti, Keresidenan Bandung, Kedu, Jakarta, Banyumas, Surakarta, Pati, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Semarang dan Kediri.
Bahkan, pesertanya pun tidak sebanyak PON sekarang. Pada PON I itu hanya diikuti 600 atlet dengan mempertandingkan 9 cabang olahraga.
Kesembilan cabang olahraga tersebut diantaranya, Atletik putra dan putri. Bola Keranjang, Bulutangkis, Sepakbola, Tennis putra/putri, termasuk Polo Air dan Loncat Indah, Panahan dan Basket Ball putra/putri.
Meskipun penyelenggaraan PON I menggunakan peralatan yang sangat sederhana, namun sambutan masyarakat olahraga di era itu terbilang semarak dan meriah.
Pasalnya, dari pelaksanaan PON I tersebut ternyata melahirkan beberapa prestasi yang mengejutkan, melahirkan prestasi termasuk dimulainya pemecahan rekor di cabang olahraga atletik. *** (Rief)