BEBERAPA rekor pecah dalam pelaksanaan PON I di Surakarta pada tahun 1948. Diantaranya adalah di canang olahraga atletik atas nama atlet asal Malang, Rivai. Rivai memperbaiki rekor sebelumnya yang ia pecahkan di tahun 1945 pada lari 100 putera dari 11, 1 menit menjadi 10.9 menit dan hampir mendekati rekor dunia yakni, 10.2 menit Ketika itu.
Sementara pada nomor lari 400 meter putra rekor dikuasai pemuda asal Yogyakarta Fuad Sahi yang melampuinya dalam Waktu 55.0 menit.
Sedangkan pada lari 5000 putra, pelari kelahiran Madiun mencapai rekor Indonesia untuk 4.44.9 namun belum bisa mendekati rekor dunia, 3.34 menit.
Di bagian atletik puteri, pelari asal Yogyakarta, Aniie Salamun, memecahkan rekor dengan catatan Waktu 13.9 menit untuk Indonesia, sedangkan rekor dunia, 11.5 menit.
Untuk nomor lari estafet 4x100 meter direbut Kontingen Solo. Sementara di nomor lompat tinggi putri Titik Sudibjo berhasil meloncati galah setinggi 130 cm lebih baik dari rekor Indonesia kala itu 145 dan dunia 171 cm.
Di cabang olahraga Sepakbola, Tim PON tuan rumah Solo menjadi juara pertama kalinya setelah mengalah lawannya dari Tim PON Madiun, 2-0. Dengan dilaksanakannya PON I dengan beragam prestasi yang diwarnai dengan pemecahan rekor dinilai bahwa seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan selama PON I 1948 berjalan sukses.
PON I 1948 di Solo dianggap sebagai tonggak sejarah bagi pembinaan prestasi bangsa Indonesia pada umumnya dan atlet khususnya di alam kemerdekaan.
Maka dari itu, dengan segala fasilitas dan kemampuan seadanya, PB PON I 1948 dianggap telah berhasil dalam melaksanakan multievent dengan baik dan diharapkan pada PON berikutnya akan mengalami perubahan, perbaikan - perbaikan serta kemajuan di seluruh bidang yang erat kaitannya dalam pelaksanaan PON. *** (Rief)